Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus mengakhiri babak pertama dengan ketertinggalan 0-1 saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (11/4/2026) malam.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil dengan pendekatan lebih hati-hati. Tempo permainan sengaja diperlambat untuk mencari celah dalam membangun serangan. Namun, tekanan cepat dari Persija langsung terasa sejak menit-menit awal.
Ancaman pertama datang pada menit kedua melalui serangan dari sisi kiri. Beruntung, lini pertahanan Bajol Ijo masih sigap mengantisipasi pergerakan pemain Persija yang dikenal dengan julukan Macan Kemayoran.
Sepanjang babak pertama, duet bek tengah Leo Lelis dan Risto Mitrevski dipaksa bekerja keras meredam gelombang serangan tuan rumah. Soliditas lini belakang menjadi kunci Persebaya agar tidak kebobolan lebih awal.
Persebaya sempat mencoba keluar dari tekanan pada menit ketujuh. Serangan dibangun melalui inisiatif Francisco Rivera yang mengalirkan bola ke Rian Ardiansyah. Namun, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi ancaman berarti.
Momentum krusial terjadi pada menit ke-16. Wasit menunjuk titik putih setelah Milos Raickovic dinilai melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Keputusan itu diambil usai meninjau tayangan VAR. Eksekusi penalti Persija berhasil menaklukkan Andhika Ramadhani dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Upaya demi upaya dilancarkan, namun rapatnya lini pertahanan Persija membuat peluang sulit berkembang menjadi gol.
Kesempatan emas datang pada menit ke-25 melalui skema sepak pojok. Umpan Rivera menciptakan kemelut di depan gawang, tetapi berhasil dibersihkan oleh bek Persija sebelum menjadi ancaman serius.
Empat menit kemudian, Persebaya sempat mencetak gol lewat Mihailo Perovic. Namun, selebrasi harus terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Memasuki fase akhir babak pertama, pertandingan berjalan lebih terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan, namun disiplin lini belakang masing-masing tim membuat skor tidak berubah.
Persija kembali mengancam pada menit ke-40 melalui situasi bola mati. Sundulan pemain mereka hanya melenceng tipis di sisi gawang Persebaya. Tak lama berselang, aksi penyelamatan krusial dilakukan Catur Pamungkas dengan memblok tembakan berbahaya di dalam kotak penalti.
Tambahan waktu empat menit dimanfaatkan Persebaya untuk terus menekan. Meski tampil lebih agresif, upaya Bajol Ijo belum mampu membuahkan hasil. Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor 1-0 untuk Persija Jakarta tetap bertahan. (faw/kun)






