Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya berencana menemui Walikota Surabaya, Eri Cahyadi terkait penggunaan lapangan latihan di Lapangan Thor dan Stadion Gelora 10 November yang hingga kini tak kunjung diperbolehkan sebagai tempat berlatih skuad Bajol Ijo.
Yahya Alkatiri, Manajer Persebaya mengatakan jika akan berbicara dengan Walikota untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena Eri Cahyadi tahu apa yang menjadi target Persebaya di musim ini, yakni juara. Sebab jika target tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas latihan yang menunjang, maka Persebaya bakal kesulitan mengejar target di musim 2023/2024.
“Pak Eri Cahyadi menginginkan bagaimana caranya Persebaya juara, salah satunya adalah fasilitas ini harus lengkap semuanya. Dan, Pak Eri Cahyadi support penuh untuk masalah fasilitas,” ungkap Yahya, Kamis (1/3/2023).
Manajemen berharap dengan langkah duduk bersama, masalah tersebut bisa terselesaikan. Pasalnya, kedua fasilitas itu milik Pemkot Surabaya dan harusnya bisa segera dikembalikan ke pemiliknya, bukan pihak swasta yang akan melarang tim asal Kota Surabaya untuk menggunakan.
“Itu kan barang-barangnya pemkot. Harusnya segera diserahkan ke pemkot saja. Karena kalau urusan perizinan kadang-kadang semakin banyak, birokrasinya itu juga akan terlalu berbelit-belit. Harus ke Jakarta dululah, inilah. Mending itu aset pemkot, kembalikan ke Pemkot Surabaya,” ungkap Yahya.
BACA JUGA:
Persebaya Tantang Persija pada 18 Juni di Stadion GBT
Sebelumnya Persebaya tidak bisa berlatih di Lapangan THOR dan Tambaksari. Persoalan itu diungkapkan Manajer Persebaya Yahya Alkatiri. Bahkan ia menyebut satu nama yang dianggap menghambat: Doni dari PT Virama Karya. “Lapangan latihan ini, ada masalah lah, tetapi saat ini kami sudah tahu. Ternyata setelah kami tanya-tanya ada satu nama yang menurut kami agak melarang-larang terus dari PT Virama Karya: Mas Doni,” ucapnya.
Ia juga menelusuri bahwa perusahaan itu adalah BUMN. Perusahaan itu bergerak di bidang konsultansi konstruksi. Nah, mereka lah yang menjadi konsultan proyek-proyek stadion yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar 20 Mei hingga 11 Juni 2023 itu. (way/kun)






