Surabaya (beritajatim.com) – Perpustakaan dan LPPM UK Petra berkolaborasi dalam memberikan literasi kepada 50 pendidik PAUD di Kecamatan Tegalsari, Surabaya, untuk mempersiapkan transisi anak-anak mereka menuju tingkat SD.
Dian Wulandari, Kepala Perpustakaan UK Petra, mengungkapkan pentingnya perhatian terhadap masa transisi anak-anak PAUD ke SD, mengingat mereka dapat mengalami stres selama periode transisi tersebut.
“Kami sangat mendukung inisiatif Kecamatan Tegalsari untuk meningkatkan literasi para pendidik PAUD, sehingga proses transisi dari PAUD ke SD menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak,” kata Dian pada hari Rabu (6/9/2023).
Dian menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pendidik PAUD di Tegalsari dalam memberikan pembelajaran yang menarik, sehingga anak-anak dapat lebih percaya diri ketika memasuki tingkat SD.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan dua narasumber. Pada sesi pertama, Lily Eka Sari, seorang Dosen dari Faculty of Teacher Education (FKIP) UK Petra, mempresentasikan topik “Literasi di Era Milenial”.
BACA JUGA:
Dua Wisudawan UK Petra Surabaya Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi
Lily menjelaskan bahwa ada enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh pendidik PAUD, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewarganegaraan.
“Literasi dasar ini harus diajarkan secara kreatif melalui pembelajaran berbasis permainan (play-based) agar anak-anak tidak merasa terbebani dengan tuntutan akademik,” jelas Lily.
Di sesi kedua, Maria Nala Damayanti, seorang Dosen dari Faculty of Humanities and Creative Industries (FHIK), menjelaskan tentang kreativitas dalam membuat alat peraga sederhana dari kertas yang interaktif, yang dapat dibuat oleh anak-anak sendiri.
“Saya berharap anak-anak dapat membuat alat peraga ini sendiri dan membawanya saat mereka memasuki kelas 1 SD. Dengan begitu, anak-anak akan merasa nyaman meskipun lingkungan sekolahnya berbeda. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan dan harganya terjangkau,” kata Maya.
BACA JUGA:
SBM UK Petra Surabaya Pertemukan 347 Calon Wisudawan dengan Investor
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani memberikan apresiasi kepada guru-guru PAUD yang telah sabar dalam mendidik anak-anak.
“Anak-anak yang pada awalnya belum memiliki kemampuan apa-apa, bahkan cenderung egois atau emosinya belum matang, namun saat berada di kelas mereka harus belajar untuk tidak egois bahkan seringkali meminta perhatian. Tentu saja ini memerlukan kesabaran ekstra dari guru-guru PAUD,” ujar Rini.
“Semakin banyak ilmu yang dimiliki oleh para guru, semakin besar kemampuan mereka dalam berkreasi dalam menghadapi anak-anak. Ini akan mendorong anak-anak untuk menjadi lebih kreatif,” tambah Rini. [ipl/beq]






