Mojokerto (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia, mantan pemain Timnas Indonesia Bejo Sugiantoro berpulang pada Selasa (25/2/2025). Ayah dari Rachmat Irianto ini merupakan panutan bagi pemain muda, terutama di Mojokerto.
Hal tersebut disampaikan mantan pemain PS Mojokerto Putra (PSMP), Wage Dwi Aryo. Bapak dua anak ini pernah bermain satu tim dengan Bejo Sugiantoro saat memperkuat tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto pada musim 2013 lalu.
Saat itu, tim berjuluk Laskar Majapahit ini bermain di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Meski keduanya merupakan warga asli Sidoarjo, Wage mengaku awalnya hanya mengenal Bejo Sugiantoro dari layar televisi.
“Pas 1 tim di PSMP. Sebelumnya hanya liat dari TV dan belum pernah ketemu. Iya (sama-sama asli Sidoarjo), waktu itu pertama di mess Gedeg (Balai Diklat) mbak cuma beberapa hari aja terus pindah ke Sooko (Kantor KPU Kabupaten Mojokerto),” ungkapnya, Rabu (26/2/2025).
Pelatih Deltras Sidoarjo tersebut dikenal sebagai pemain bola yang baik dan sangat dihormati di dalam dan di luar lapangan. Bejo menjadi panutan bagi pemain-pemain muda saat itu, terutama Wage yang baru pertama kali berlatih bersamanya.
“Di PSMP lah, pertama kali bertemu satu tim dan bisa latihan bareng. Saya sangat kagum dengan beliau, beliau merupakan pemain senior dengan usia yang tidak muda untuk pemain sepak bola, tapi masih memiliki fisik dan sentuhan bola yang sangat baik,” katanya.
Wage menjelaskan, saat itu Bejo Sugiantoro bergabung dengan PSMP bersama Anang Maruf dan berhasil lolos ke babak 8 besar Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Ia mengaku kaget dengan kabar kepergian pemain kelahiran 4 April 1977 tersebut.
“Saya tahu dari story bos saya di Perseba Bangkalan (kabar duka), saya kaget dan tanya kenapa? Ternyata waktu sparing sepak bola. Terakhir ketemu, waktu saya berikan semangat buat beliau, mendoakan supaya Deltras lolos Liga 1, mungkin beberapa minggu yang lalu,” ujarnya.
Meski hanya bermain satu musim di PSMP bersama Bejo Sugiantoro, Wage mendapatkan banyak pelajaran dari sang idola. Bejo dikenal sebagai pemain yang bekerja keras dan tidak pandang bulu di lapangan. Secara pribadi, Wage mengaku perjalanan kariernya tak luput dari pengaruh Bejo Sugiantoro.
“Buat saya pribadi, waktu di PSMP mungkin salah satu penyebab main saya bagus. Ini arahan dan motivasi dari beliau. Yang saya ambil pelajaran dari beliau adalah setiap turun ke lapangan, harus berikan 1000 persen di lapangan untuk diri sendiri, keluarga, dan tim. Selamat jalan coach,” pungkasnya. [tin/beq]






