Sumenep (beritajatim.com) – Harga daging sapi di pasaran tradisional Sumenep pekan ini melonjak akibat banyaknya permintaan. Biasanya stabil di kisaran Rp120 ribu per kg, kali ini naik menjadi Rp128 ribu. Bahkan untuk daging sapi kualitas super, harganya mencapai Rp140 ribu per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil menerangkan, naiknya harga daging sapi sebenarnya tidak hanya terjadi di Sumenep. Di beberapa daerah lain, juga mengalami kenaikan harga. Di Jawa Timur, harga rata-rata daging sapi Rp130 ribu per kg.
“Khusus untuk Sumenep, naiknya harga daging sapi ini lebih pada akibat melonjaknya permintaan, seiring dengan banyaknya peringatan Maulid Nabi Muhammad. Menu yang disuguhkan sebagian besar olahan daging sapi. Karena permintaan daging naik, harga pun ikut naik,” katanya, Selasa (17/9/2024).
Sedangkan untuk komoditas daging ayam, harganya masih stabil. Untuk daging ayam broiler atau ayam potong, tetap Rp38 ribu per kg, dan daging ayam kampung Rp90 ribu per kg.
Sementara komoditas lain seperti bawang khususnya bawang merah, harganya justru turun. Pekan lalu bertahan Rp26 ribu per kg, pekan ini turun Rp1.000 menjadi Rp25 ribu per kg. Untuk bawang putih tetap Rp36 ribu per kg.
“Untuk harga telur ayam ras tetap Rp27 ribu per kg. Sedangkan telur ayam kampung tetap Rp48 ribu per kg. Untuk telur ayam ras kenaikan harganya sudah terjadi pekan lalu,” ungkap Idham.
Sedangkan harga minyak goreng pekan ini stabil. Minyakita Rp16 ribu per liter, minyak goreng curah Rp17 ribu per liter, dan minyak goreng kemasan Rp19 ribu per liter.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/beq]






