Ngawi (beritajatim.com) – Sudah setahun ini, Damkar Ngawi mendapatkan tugas baru. Tugas dan fungsi itu adalah untuk operasi penyelamatan. Salah satunya untuk penyelamatan jika ada yang mengalami kecelakaan air. Pun, di tahun 2023 ini sudah empat kali ada laka air.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo mengatakan, selama tahun 2022 dan 2023 ini, timnya selalu melakukan pencarian dengan cara manual. Permintaan perahu karet yang dilayangkan sejak perubahan APBD 2022 lalu belum dikabulkan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/kronologi-kepala-bocah-madiun-kejepit-pilar-15-jam-yang-viral/
“Kami hanya minta satu unit perahu karet saja. Sejak perubahan APBD 2022 kami sudah mengajukan permintaan untuk perahu karet ini. Namun, sampai 2023 belum dikabulkan oleh pimpinan,” kata Bimo, Kamis (27/4/2023)
Dia menerangkan, selama 2023 sudah ada empat kali laka air. Dan semuanya, penanganan dilakukan dengan manual. Timnya langsung menyelam tanpa bisa menyisir menggunakan perahu karet. “Padahal sebenarnya lebih efektif jika disisir menggunakan perahu karet. Sementara, selama ini kami hanya bisa menyisir dengan menyelam manual,” kata Bimo.
Dia mengaku sudah pernah menghadap pimpinan untuk meminta secara langsung. Namun, nyatanya sampai kini belum terkabul. “Kami sudah pernah minta secara langsung. Namun, nyatanya sampai menjelang akhir April ini belum dikabulkan. Kami mengharap bisa segera ada perahu karet dan perlengkapan penyelamatan yang lain. Khususnya untuk penyelamatan non laka air dan jon kebakaran,” katanya. (fiq/kun)






