Gresik (beritajatim.com)- Permintaan darah berbagai golongan di wilayah Kabupaten Gresik tinggi. Berdasarkan data di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Gresik, saat ini stok darah di PMI terdapat 775 kantong. Jumlah itu memang masih banyak, namun kegiatan donor darah harian perlu ditingkatkan.
Dalam sehari UTD PMI Gresik biasa mengambil darah hanya 30 kantong di Kantor PMI. Pasalnya, jumlah pendonor yang datang ke kantor PMI Gresik berkisar 20 hingga 30 orang saja. Padahal, PMI menerima permintaan darah sebanyak 50 kantong setiap harinya. “Untuk mencukupi kebutuhan itu kami setiap hari juga jemput bola ke instansi-instansi,” ujar Dian Petugas UTD PMI Gresik, Selasa (14/06/2022).
Untuk menjaga ketersediaan stok darah lanjut dia, pihaknya gencar jemput bola di lapangan. Hal ini dilakukan karena kegiatan donor darah di kantor PMI belum bisa memenuhi permintaan darah harian. “Kami dibantu RS Semen Gresik yang menyediakan sebanyak 160 kantong darah,” ungkap Dian.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PMI”]
Dalam sehari, rumah sakit tipe B itu sudah kebanjiran para calon pendonor. Baik dari pegawai rumah sakit, masyarakat, hingga siswa sekolah.
Najwa Anasta Safira misalnya, siswi kelas XI SMK NU Trate ini sebetulnya menyempatkan datang lebih awal agar tidak lama antre. Namun sekitar setelah menunggu beberapa waktu, dirinya akhirnya donor. “Ingin donor saja ini, ya datang kesini sendiri saja,” katanya saat darahnya diambil.
Sementara Kepala Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) Hendrawan Widjanarko mengatakan, saat ini kebutuhan golongan darah tertentu cukup sulit, karena itu untuk memenuhi golongan darah tertentu. “RSSG berupaya membantu. Apalagi untuk kebutuhan pasien, rumah sakit sering mengajukan permintaan darah kepada PMI. Alhamdulillah ini pegawai banyak yang donor, kemudian masyarakat sekitar. Hari ini kami targetkan bisa mendapatkan 160 kantong,” pungkasnya. [dny/kun]






