Malang (beritajatim.com) – Permintaan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji di Kota Malang mengalami peningkatan jelang Lebaran Idulfitri 2022 mendatang. Peningkatan ini disebabkan masyarakat pada tahun ini diperbolehkan mudik oleh pemerintah.
“Peningkatan ini lebih cepat. Karena prediksi puncak arus mudik baru berlangsung pada Jumat besok,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji pada Kamis (28/4/2022).
Sutiaji meminta masyarakat tidak perlu panik dengan membeli BBM secara berlebihan. Sebab, hasil koordiansi Pemkot Malang dengan Depo Pertamina Malang mereka memastikan untuk ketersediaan BBM dan elpiji di Kota Malang tetap aman.
“Saya berpesan kepada masyarakat, tidak usah ada kepanikan, karena semua tersedia, elpiji, bensin, kebutuhan-kebutuhan yang lain,” imbuh Sutiaji.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah, mengungkapkan kenaikan konsumsi BBM di Kota Malang mencapai 15 persen dan untuk LPG naik sebesar 6 persen. Untuk mengantisipasi terjadinya antrean saat puncak arus mudik lebaran. PT Pertamina akan menyiagakan petugas yang ada di tiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Malang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
“Dari normalnya itu sudah naik sekitar 15 persen BBM dan elpiji naik 6 persen. Hal ini sudah kami antisipasi pada H-10 hingga H+10 lebaran nanti. Memang kalau ada kenaikan konsumsi BBM ada sedikit antrean. Yang penting stok BBM terpenuhi di semua SPBU,” tandasnya. [luc/but]






