Gresik (beritajatim.com) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memperluas penetrasi bisnisnya di wilayah strategis Jawa Timur. Salah satu fokus utama adalah Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai kota industri terbesar kedua di provinsi ini. Dipilihnya Gresik bukan tanpa alasan, mengingat daerah tersebut memiliki penduduk terpadat keempat di Jawa Timur serta mencatatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp119,27 triliun pada 2024, menempati posisi ketiga secara regional.
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, Rhena Octaria, menyampaikan bahwa Gresik memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang besar, terutama di sektor industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian.
“Dana pihak ketiga, atau DPK khusus di Gresik per Juni 2025 Rp1 triliun, target kami hingga akhir tahun bisa tembus di angka Rp1 triliun lebih,” ungkap Rhena, Selasa (29/7/2025).
Dalam upaya memenuhi target tersebut, CIMB Niaga terus meningkatkan pengalaman nasabah (customer experience) melalui optimalisasi produk dan layanan. Rhena menjelaskan bahwa penguatan layanan berbasis digital menjadi strategi utama, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
“Di daerah seperti Gresik, kami juga mengedepankan investasi teknologi serta mendigitalisasi pelayanan supaya nasabah merasa nyaman, mudah dan cepat,” ujarnya.
CIMB Niaga juga menempatkan Gresik sebagai pasar strategis selain Surabaya, mengingat posisinya sebagai daerah penyangga kawasan Gerbangkertasusila. Rhena menyebutkan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut akan terus meningkat seiring banyaknya investasi yang masuk.
“Sebagai salah satu pelopor perbankan digital di Indonesia, CIMB Niaga memiliki kapabilitas layanan digital yang lengkap melalui digital banking Octo Mobile dan internet banking Octo Cliks yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja,” jelasnya.
Secara nasional, hingga kuartal pertama 2025, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 3,2 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan kredit sebesar 8,7 persen menjadi Rp230,1 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp254,2 triliun.
Tak hanya fokus pada core bisnis, bank dengan kode emiten BNGA ini juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan. CIMB Niaga menjalankan komitmen Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) dengan mengalokasikan hampir 25 persen total pembiayaannya untuk mendukung ekonomi rendah karbon dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG).
“Hingga kuartal pertama 2025 total Rp56,6 triliun yang dikucurkan ke LST maupun SDG. Ini bukti komitmen kami tidak sekadar mengejar profit, namun juga berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan bumi buat generasi mendatang,” ujar Corporate Communications Head CIMB Niaga, Hery Kurniawan. [dny/beq]






