Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) tancap gas memperkuat infrastruktur pelabuhan di seluruh Indonesia. Anak usaha Pelindo ini mengumumkan rencana besar untuk mendatangkan 39 unit alat bongkar muat baru guna meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan di sejumlah terminal peti kemas strategis.
Langkah ini mencakup pengadaan 13 unit Quay Container Crane (QCC) untuk area dermaga dan 26 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk area lapangan penumpukan. Seluruh alat dalam kondisi baru tersebut dijadwalkan mulai tiba secara bertahap pada semester II tahun 2026.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa investasi ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan industri logistik yang kian dinamis.
“Alat-alat baru ini akan ditempatkan di terminal utama seperti TPK Belawan, TPS Surabaya, dan TPK Semarang. Namun, kami juga menyasar wilayah lain seperti Lampung, Riau, Banjarmasin, hingga Kendari dan Kalimantan Barat untuk memastikan pemerataan kualitas layanan,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Selain pengadaan alat baru, perusahaan juga melakukan optimalisasi aset melalui relokasi alat untuk memperkuat terminal lain, seperti TPK Berlian yang akan mendapat tambahan dua unit QCC guna menjaga performa operasional.
Rencana modernisasi ini disambut positif oleh para pelaku industri. Ketua DPP INSA, Carmelita Hartoto, menekankan bahwa pembenahan infrastruktur adalah keharusan mengingat lalu lintas barang yang terus tumbuh setiap tahun.
“Dukungan peralatan dan sistem operasi pelabuhan harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal,” ungkap Carmelita.
Senada dengan hal tersebut, Sekjen ALFI, Trismawan Sanjaya, menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam memangkas biaya logistik yang kompetitif. Menurutnya, standardisasi layanan di seluruh wilayah kepulauan akan meningkatkan daya saing global Indonesia.
Sejak integrasi Pelindo pada 2021, PT Pelindo Terminal Petikemas kini mengelola 32 terminal peti kemas di wilayah strategis. Dengan penambahan armada QCC dan RTG baru ini, SPTP optimis dapat menghadirkan ekosistem kepelabuhanan yang lebih andal, efisien, dan memenuhi standar internasional.[rea]







