Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan resmi dari National Institute of Technology (KOSEN), Kagoshima College, Jepang. Agenda Academic Partnership Discussion yang berlangsung di Aula Graha Rektorat Lantai 1 pada Selasa (3/3) ini sebagai upaya untuk memperkuat teknologi.
Pertemuan ini menjadi tonggak awal penjajakan kolaborasi yang komprehensif, mulai dari riset teknologi mutakhir, praktik akademik, hingga program pertukaran pelajar lintas negara.
Direktur UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UM, Sari Karmina, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menyambut hangat inisiasi kerja sama ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara kedua institusi untuk menjawab tantangan global.
“Terima kasih atas inisiasi Kagoshima College untuk bekerja sama dengan UM. Dalam pertemuan ini, kita perlu mendiskusikan beberapa poin penting, di antaranya penelitian gabungan (joint research) dan praktik pengajaran,” ujar Sari Karmina.
Delegasi dari Kagoshima College, Prof. Naoko Yamada, memaparkan keunggulan sistem pendidikan teknis di Jepang yang berorientasi pada hasil nyata. Menurutnya, kunci utama dalam mencetak teknisi handal adalah penguatan kompetensi sejak dini melalui praktik langsung.
“Filosofi pendidikan kami adalah mengembangkan insinyur masa depan yang akan menciptakan teknologi. Pelatihan praktis dan pembelajaran langsung dimulai dengan belajar di laboratorium sejak tahun pertama. Selain itu, kami juga menjalankan proyek berbasis mata kuliah serta pengembangan subjek bahasa dan interkultural,” jelas Prof. Yamada.
Sistem pembelajaran berbasis laboratorium (laboratory-based learning) dan proyek kolaboratif ini dinilai selaras dengan visi UM dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan industri 4.0.
Kagoshima College menawarkan berbagai program menarik yang dapat diakses oleh civitas akademika UM, antara lain kelas pertukaran daring yang fleksibel. Kemudian ada program kamp kepemimpinan dan teknologi global.
Tidak lupa, ada juga peluang mobilitas internasional ke Eropa. Merespons tawaran tersebut, Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UM, Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., menyatakan ketertarikannya, terutama pada program pertukaran daring yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa vokasi.
Tak hanya di level universitas, SMA Laboratorium UM juga tengah mengkaji skema pendanaan untuk mengirimkan siswa-siswi terbaik mereka ke Jepang guna merasakan atmosfer pendidikan internasional secara langsung.
Kolaborasi ini bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan langkah strategis UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin akses pendidikan teknik dan vokasi yang bermutu. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat kerja sama internasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. (dan)






