Roma (beritajatim.com) – Bukan Claudio Ranieri yang akan menggantikan allenatore Luciano Spalletti di timnas Italia. FIGC (PSSI-nya Italia) malah menunjuk legenda AC Milan Gennaro Gattuso.
Ringhio–sapaan Gattuso–bakal diresmikan melatih Italia beberapa hari ke depan. Gattuso akan dikontrak selama setahun. Jika dia sukses mengantarkan Italia ke Piala Dunia 2026, opsi perpanjangan 3 tahun bisa diambil.
“Dia (Gattuso, Red) opsi terbaik saat ini (bagi Italia, Red). Hanya tinggal menyelesaikan beberapa detail kecil (sebelum teken kontrak dan diresmikan, Red)” ujar kepala delegasi Italia Gianluigi Buffon kepada La Gazzetta dello Sport.
Pemilihan Gattuso bisa dibilang sebagai panic buying. Bagaimana tidak. Meski ketika masih aktif dia telah memenangi segalanya mulai dari scudetto, Coppa Italia, Liga Champions, Supercoppa Italiana, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub karier Gattuso ketika melatih justru biasa-biasa saja cenderung buruk.
Sejak memutuskan jadi pelatih bersama FC Sion pada 2013, Gattuso total telah melatih 9 tim berbeda. Tetapi, gelar yang diraih Gattuso hanya Coppa Italia bersama SSC Napoli musim 2019–2020. Melatih Napoli sekaligus jadi satu-satunya Gattuso saat mencatatkan persentase kemenangan di atas 50 persen. Tepatnya 56,79 persen.
Modal sebagai personel Gli Azzurri ketika juara Piala Dunia 2006 saja tidak cukup. Sebab, Italia saat ini adalah tim yang gagal tampil di dua edisi Piala Dunia terakhir.
Dan, situasi yang ada sekarang “mendukung” Gattuso mengulang hal serupa. Di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa grup I, Italia masih tertahan di posisi 3 dengan 3 poin hasil 2 laga. Mereka tertinggal 9 poin dari Norwegia yang memimpin klasemen.
Hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke Piala Dunia tahun depan. Praktis, opsi paling masuk akal bagi Italia adalah finis runner-up untuk berjuang via playoff. (dio)






