Surabaya (beritajatim.com)- Pep Guardiola manajer yang akrab dengan gelar juara. Melalui tangan dinginnya, banyak klub-klub Eropa berhasil menggasak liga Champion. Pep Guardiola juga dikenal sebagai salah satu penemu bakat hebat dari Lionel Messi.
Ia mengawali karir ketika berusia 13 tahun, saat menimba ilmu di akademi muda FC Barcelona, la masia. Pep muda memulai sepak terjangnya di dunia sepak bola sebagai seorang bek. Setelah berkarir selama enam tahun di tim junior dengan melakoni sebagai punggawa tim Barcelona C dan Barcelona B. Pep kian mengasah bakatnya saat masuk di starting eleven pemain utama.
Di bawah asuhan Johan Cruyff kala itu, Pep menjadi bagian penting dari The Dream Team Fc Barcelona. Seiring perkembangan bakat Pep ia kemudian dipercaya sebagai menjadi gelandang bertahan.
Sejarah kemudian mencatatkan namanya sebagai salah satu gelandang terbaik era 1990 an hingga mampu meraih berbagai gelar bersama FC Barcelona,. Salah satu pencapain terbaiknya ketika meraih trofi liga champions pada 1992. Di samping itu Pep juga masuk di kesebelasan Barcelona yang sukses menyabet empat trofi la liga selama empat musim berturut-turut.
Pada tahun 2001 karirnya sebagai pemain beralih ke daratan Itali. Ia bergabung dengan Brescia. Bersama Brescia ia hanya bertahan satu musim. Musim selanjutnya ia menginjakkan kaki di Roma untuk memperkuat AS Roma. Namun, performanya di Negeri Pizza tak terlalu mulus. Dirinya lalu pergi dari Italia dan sempat bergabung dengan Al ahli serta klub di liga meksiko, Dorados, sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu saat berusia 34 tahun.
Kembali ke Lapangan Hijau
Tahun 2007 jadi awal kembali Pep Guardiola ke Lapangan hijau. Ia kembali bukan lagi sebagai pengolah si kulit bundar, tapi menjadi otak dari permainan yaitu di tim lamanya, Barcelona B. Puncak karir Pep melatih El-Barca terjadi pada musim 2008-2009, saat dirinya ditarik untuk menangani tim senior.
Pelatih asal Spanyol itu melakoni debut perdana dengan menjamu Wisla Krakow dalam pertandingan kualifikasi liga champions. Musim pertama melatih klub asal Catalan, Pep melatih mencatatkan treble winner. Sejarah mencatatkan Pep sebagai pelatih pertama yang berhasil mendapat treble winner dalam sejarah klub fc barcelona.
2009 kemudian menjadi tahun yang indah bagi Pep dan FC Barcelona. Kemesraan keduanya berhasil meraih juara liga champions pada 2009, ia pun mendapat gelar sebagai pelatih termuda yang mampu menyumbangkan gelar Liga Champions Eropa bagi tim yang asuhannya.
Tangan kreatif Pep yang memanjakan penonton dengan permainan indah dalam diterapkannya di Barcelona, membuat dirinya dikenal sebagai penemu tiki – taka. Tiki – taka merupakan permainan sepakbola yang cirinya adalah umpan-umpan pendek dan pergerakan yang dinamis, memindahkan bola melalui beragam saluran, dan mempertahankan penguasaan bola.
Usai 5 musim indahnya menangani Barca, Pep lagi-lagi pergi dari FC Barcelona. Ia melawat ke daratan German guna melanjutkan karier menangani FC Bayern di tahun 2013. Tiga tahun bersama Bayern, Pep kemudian berpindah lagi di tahun 2016-2017 untuk menyicipi sepak bola Inggris. Pada musim tersebut dirinya resmi mengumumkan jika ia akan menangani Manchester City. Hingga saat ini the Citizen telah meraih beberapa gelar bersama kepiawaian Pep. [dan/bjo]






