Blitar (beritajatim.com) – Jalur Malang-Blitar via Kanigoro selalu menjadi titik kemacetan saat musim giling tebu tiba. Antrean ratusan truk yang hendak bongkar muatan di pabrik gula yang ada di kecamatan Binangun Kabupaten Blitar mengular hingga ke ruas protokol Malang-Blitar.
Diperkirakan kemacetan yang terjadi akibat antrean truk pengangkut tebu itu panjangnya mencapai lebih dari 5 kilometer. Kemacetan dimulai dari wilayah Kalilegi Kecamatan Selorejo hingga Brongkos dan berujung di Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Permasalahan kemacetan di jalur Malang-Blitar ini sudah menjadi pemandangan umum setiap tahunnya. Namun kemacetan tahun ini nampaknya lebih parah dari pada tahun sebelumnya.
Hal ini lantaran lahan seluas 4,86 hektar di RPH jajagan milik Perhutani Blitar yang mampu menampung 1200 truk tebu untuk parkir, kini sebagian tidak dilanjutkan kerjasamanya. Total kini luas lahan parkir yang berada di area perhutani tinggal 0,58 hektar saja dengan daya tampung sekitar 400 truk.
“Saya masih baru di sini sekarang yang dipakai kantong parkir truk tebu itu hanya di sisi Barat alur CE dan CF dengan luas sekitar 0,58 hektar dan daya tampung hanya 400 truk engkel saja ini yang harus ada perjanjian kerjasamanya nanti kalau memang di sisi Timur dibutuhkan biar pihak perusahaan tebu mengajukan kerjasamanya kembali,” kata Muchlisin, Adm Perhutani KPH Blitar, Senin (29/05/23).
Kemacetan yang terjadi di jalur Malang Blitar ini sebetulnya sangat membahayakan bagi pengendara baik itu truk tebu maupun kendaraan pribadi. Pasalnya lokasi jalan yang terjadi kemacetan itu memiliki medan yang berkelok dan naik turun. Sehingga rawan terjadi kecelakaan maupun truk terguling.
Baca Juga: Kekeringan di Kabupaten Blitar Meluas Hingga Dua Desa
Namun masalah kemacetan yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini nampak hanya berlalu begitu saja tanpa ada penyelesaian dari pihak pemerintah terkait. Sejumlah masyarakat pun menyayangkan terjadinya kemacetan di jalur protokol Malang Blitar tanpa ada penyelesaian yang nyata dari pihak terkait.
Salah satunya adalah Tuti warga Kecamatan Sananwetan Kota Blitar itu sempat terjebak macet lebih dari 2 jam saat melintas di jalur Malang Blitar tepatnya di wilayah Selorejo Kabupaten Blitar. Iya bersama keluarga yang mengendarai kendaraan roda empat terjebak macet mulai pukul 20.30 WIB dan baru keluar dari kemacetan sekitar pukul 23.00 WIB
“Saya dari arah Malang terus masuk wilayah Selorejo dan terjebak macet ya karena ada kendaraan truk tebu kemacetan panjang itu saya baru keluar sekitar 2 jam setelahnya,” ujar Tuti.
Selain berkurangnya lahan parkir truk tebu yang berada di area Perhutani penyebab kemacetan ini juga merupakan imbas dari peningkatan kapasitas produksi dari pihak perusahaan gula Rejoso manis Indo yang berada di kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Pihak RMI sendiri memang menargetkan ada kenaikan produksi dari 90.000 ton gula pada Tahun 2022 naik menjadi 96.000 ton gula.
Untuk menaikkan target tersebut maka kinerja pabrik off farm akan menaikkan rendemen dari 7,49% pada Tahun 2022 menjadi 8% pada tahun 2023 ini.
Kapasitas giling pabrik RMI juga akan mengalami kenaikan dari yang awalnya 8000 ton per hari menjadi 9000 ton per hari. Hal itu pun secara otomatis akan meningkatkan jumlah kendaraan truk tebu yang melintas di jalur Malang Blitar.
“Karena cuaca sangat mendukung banyak hujan di musim tanam dan pemeliharaan serta masuk musim kering pada saat musim terbang kenaikan target tersebut akan menaikkan frekuensi truk angkut debu dari 1000 per hari menjadi 1200 truk per hari pada tahun 2023 ini,” kata Direktur Utama RMI Syukur Iwantoro.
Baca Juga: Ratusan Murid SD dan SMP di Blitar Ajukan Pernikahan Dini.
Pihak RMI sendiri mengaku pada tahun ini sudah bisa memaksimalkan kapasitas giling tebu sampai 10.000 ton per hari. Dengan produksi gula menjadi sekitar 120.000 ton tahun ini dan pasukan tebu rata-rata sekitar 10.000 ton per hari. Namun hal itu masih terkendala dengan kualitas dan kelas jalan yang mengarah ke perusahaan gula RMI.
“Kendala tersebut menyebabkan frekuensi truk yang masuk ke perusahaan kami hanya mampu 1200 kendaraan perhari lebih dari itu akan terjadi kemacetan Jalan besar harapan RMI Jalan sirip yang melintasi perusahaan tersebut tahun ini sudah ada peningkatan kualitas dan kelas jalan dari pemerintah,” tegasnya (owi/ted)






