Gresik (beritajatim.com) – Warga Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, mengusir sejumlah pramusaji warung remang-remang yang melayani penjualan minuman keras (miras) saat buka di malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga bergerak setelah mengetahui ada warung berada di utara Desa Lasem berjualan miras. Warung tersebut diketahui baru buka sebulan lalu setelah ramai banyak pesanan.
Nur Hadi salah satu tokoh masyarakat Desa Lasem menceritakan gejolak ini muncul karena ada laporan dari masyarakat yang sudah gerah dengan aktivitas warung yang berjualan miras serta karaoke.
“Keberadaan warung itu sangat mengganggu. Apalagi di malam hari suara karaoke terdengar warga. Ini sama saja dampaknya tidak baik,” katanya, Jumat (13/01/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan, selain berjualan miras. Warung tersebut juga menyediakan empat pramusaji dengan berpakaian minim. Bahkan, ada yang menari erotis guna menarik pengunjung.
“Kami mengapresiasi tindakan pemuda desa yang melakukan pembubaran tanpa anarkis. Warung diminta ditutup,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lasem Khoiri menuturkan, sebelumnya dirinya bersama warga sudah memperingatkan dua kali supaya warung yang meresahkan tersebut ditutup.
“Petugas Satpol PP bersama TNI dan Polri sudah pernah melakukan operasi ke warung tersebut. Namun, tidak dihiraukan,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ia menambahkan, jika ingin buka kembali. Dirinya meminta agar tidak berjualan miras serta menyediakan pramusaji. Pasalnya, kalau tidak membandel. Pemerintah desanya tak segan-segan melakukan tindakan penutupan lagi.
Terkait dengan kejadian ini, Kapolsek Sidayu AKP Khoirul Alam menyatakan anggota bersama Babinsa Koramil pernah melakukan pembubaran.
“Pernah kami lakukan pembubaran bersama tim gabungan. Soal warga bergejolak dirinya tidak mengetahui kejadian itu. Saya akan cek anggota yang bertugas,” tandasnya. (dny/ted)






