Peristiwa

Truk Pengangkut Ayam Terguling, Sopir Tewas, Ratusan Ayam Berhamburan

Ratusan ayam berhamburan, usai kendaraan pengangkutnya terlibat laka tunggal. (Foto/Sanlantas Polres Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian kecelakaan tunggal terjadi di Ponorogo pada Jumat (19/2) dini hari. Tepatnya di jalan Ponorogo-Trenggalek kilometer 14-15, tikungan Bibis masuk Desa Bancangan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Akibat kejadian itu, satu orang meninggal di tempat kejadian. “Benar, Jumat dini hari tadi ada laka tunggal di Kecamatan Sambit,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Ipda Imammudin, Jumat (19/2/2021).

Imamudin mengungkapkan awalnya sebuah truk pengangkut ayam potong yang dikemudikan oleh Mardi Santoso melaju dari timur ke barat. Selain sang sopir, juga ada 2 penumpang lain, yakni Rohmat dan M. Mauludi Rojak. Mardi yang merupakan warga Kecamatan Lawang Kabupaten Malang itu, melajukan kendaraannya dengan kecepatan 100 km/jam. “Nah sewaktu akan melewati jalan menikung ke kanan terjadi selip sendiri dan terguling ke kiri hingga menabrak pagar pembatas jalan,” katanya.

Akibatnya ratusan ayam potong yang diangkut itu berhamburan dan ada juga yang mati. Sementara sang sopir, Mardi Santoso mengalami luka kepala belakang robek, pendarahan hidung, alis kanan robek, dan meninggal dunia di TKP. Sedangkan dua penumpang lainnya, Rohmat mengalami luka lutut kaki kanan robek, dalam kondisi sadar. Sementara M. Mauludi Rojak mengalami luka mata kiri, wajah robek, tangan kanan robek, kaki kiri nyeri, juga dalam kondisi sadar.

“Sopirnya meninggal di lokasi kejadian, sementara dua penumpang lainnya hanya mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat,” katanya.

Imam menyebut jika kecelakaan tunggal ini karena faktor human error. Padahal sopir juga sudah pernah ke lewat jalan tersebut, meski tidak setiap hari. Memang, di TKP sorenya hujan mungkin agak licin. Namun, kecelakaan kendaraan itu juga lumayan tinggi yakni 100 km/jam. “Informasinya mengambil ayam potong di Desa Maguwan untuk di kirim ke Sidoarjo,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar