Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tanggapi BMKG, Ahli Mitigasi ITS Benarkan 3 Potensi Bencana Bisa Terjadi

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteirologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan 3 potensi bencana yang bisa terjadi dan patut diwaspadai.

Tiga potensi bencana tersebut adalah: Gempa berkekuatan 8.9 magnitudo dan tsunami yang bisa setinggi 29 meter terjadi di Jatim, cuaca ekstrem karena siklon tropis yang menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah, dan juga gelombang tinggi yang kemungkinan terjadi di dalam sepekan terjadi.

Menanggapi pengumuman dari BMKG ini, Dr Ir Amien Widodo Msi, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS mengatakan bahwa ketiga potensi tersebut memang benar bisa terjadi.

“Ya memang potensi itu bisa dan memungkinan terjadi, seperti gelombang tinggi memang bisa terjadi karena memangkan bulan ini sedang besar-bsarnya, kemarin ada fenomena full moon yang pastinya menarik air laut lebih besar, tapi itu memang sudah sewajaranya terjadi karena tarikan gravitasi,” ujar Amien, Rabu (2/6/2021).

Untuk siklon tropis, Amien mengatakan bahwa terjadinya siklon itu dipengaruhi pergerakan angin. Hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian utara. Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Sementara itu perlambatan dan belokan angin terjadi di beberapa wilayah yang cukup berpengaruh pada pembentukan potensi awan hujan dan dapat menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.

Sedangkan untuk gempa besar yang diperkirakan bisa mencapai 8,9 magnitudo dan bisa menimbulkan tsunami sebesar 20 meter lebih, Amien mengatakan bahwa potensi tersebut berdasarkan data yang diinput oleh BMKG.

Amin menjelaskan, secara geologi, Indonesia ditekan oleh 3 lempeng (gambar atas) dan bisa diibaratkan tumpukan papan yang ditekan 3 buldoser dari 3 arah, dari Utara, Selatan dan Timur dengan kecepatan 2-7 cm pertahun. Keadaan ini sudah berlansung jutaan tahun lalu sebelum manusia ada.

“Pada batas tumbukan lempeng akan terjadi gempa seperti yang sering terjadi di Samudera Hindia dan kita memang tempatnya gempa, dari skala 1 – 9 dan di kedalaman 1 km – 650 km. Jadi ini sudah ini sudah jadi pilihan leluhur kita yang sudah bertahan ratusan tahun di Indonesia. Gempa besar yang terjadi di laut bisa memicu tsunami, jadi semua kabupaten di selaran Jatim harus memyiapkan diri terhadap gempa besar dan tsunami,” terangnya. [adg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar