Bojonegoro (beritajatim.com) – Semburan air yang bercampur lumpur dan gas di Petak 171 RPH Sukun BKPH Gondang KPH Bojonegoro, turut Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro sudah terjadi sejak 2016. Namun, semburan itu kembali membesar baru belakangan ini.
Kepala Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Paryono mengatakan, semburan air bercampur lumpur dan gas itu sudah terjadi lama. Sejak 2016, bahkan tekanan semburannya mencapai 1 meter. Dan sepekan terakhir ini, semburan air muncul kembali. Namun, hanya setinggi 5-10 cm.
“Baru saja Camat, Kapolsek dan Kodim, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro melakukan pengecekan di lokasi,” ujar Paryono, Selasa (11/04/2023).
https://beritajatim.com/berita-migas/semburan-lumpur-campur-gas-muncul-lagi-di-bojonegoro/
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Dandy Suprayitno membenarkan, bahwa pihaknya usai melakukan pengecekan di lokasi semburan lumpur. Setelah melakukan pengecekan juga mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.
“Kami mengambil sampel tanah dan air di lokasi letupan gas untuk diuji laboratorium. Secepatnya, mungkin setelah lebaran hasilnya sudah akan keluar,” jelasnya.
Selain mengambil sampel tanah dan air yang akan diuji laboratorium, pihaknya juga mengaku telah melakukan pengecekan pH air di sekitar semburan gas. Dari hasil pemeriksaan pH air menunjukkan angka 6,17. “Hasil pemeriksaan pH, masih netral. Jadi tidak berbahaya untuk tanaman,” pungkasnya. [lus/but]






