Magetan (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat Rabu siang menyebabkan tebing setinggi 10 meter lebar 7 meter di Dusun Gentong pada Desa Ngaglik Kecamatan Parang Kabupaten Magetan longsor. Material longsoran putus akses penghubung antara dua desa, Desa Ngaglik – Selotinatah.
Disampaikan Parno, Kades Ngaglik, bahwa peristiwa tebing longsor tersebut terjadi hari Rabu 19 Januari 2022 sekitar pukul 16.30 wib. Sebelumnya telah terjadi hujan dengan intensitas lebat mengguyur desanya.
”Akibatnya tebing setinggi 10 meter dan lebar 7 meter labil dan longsor, tidak kuat menahan air hujan. Material longsoran berupa tanah dan rumpun bambu menutup 90 persen akses jalan dua desa Ngaglik masuk Kecamatan Parang dan desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo. Tidak ada korban jiwa,” kata Parno kades setempat, Kamis (20/01/2022).
Jalan ini akses penting dua desa, lajut Dia, baik aktivitas perekonomian dan akses sekolah. Hari ini masyarakat bersama BPBD TNI Polri kerja bakti membersihkan matrial agar segera bisa dilalui anak sekolah.
”Mudah mudahan siang bisa segera dilalui. Karena proses pembersihan material terhalang rumpun bambu, sulit dibersihkan jika tidak menggunakan gergaji mesin,” terang Parno.
Selain dua titik longsor tersebut, Kades Ngaglik menyebut ada puluhan titik longsor lainya, namun ukurannya kecil kecil tidak berdampak parah pada infrastruktur. ”Mudah mudahan tidak lagi turun hujan lebat. Jika kembali turun hujan lebat dimungkinkan akan kembali terjadi longsor susulan,”katanya.

Tak hanya di Desa Ngaglik Kecamatan Parang, talud jembatan setinggi 10 meter dan panjang 16 meter di Desa Kuwon Kecamatan Karas ambrol. Sukati kades setempat mengungkapkan kalau longsoran itu berawal pinggiran jalan yang dicor. Lantaran tak ditutup sempurna, air hujan masuk ke tanah. Akibatnya tanah tak kuat menahan air.
”Kalau tidak kunjung diperbaiki bisa berakibat buruk. Tanah semakin tergerus dan paling parah bisa memutus jalur antar kabupaten. Jalan ini digunakan untuk menuju ke Kabupaten Ngawi. Dengan kondisi seperti ini sangat berisiko bagi pengguna jalan. Apalagi jalan ini kerap dilewati dump truk dengan muatan berat,” kata Sukati, Kamis (20/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-magetan”]
Dia menyebut saat ini curah hujan masih tinggi. Dia khawatir kalau kemungkinan gerusan jalan bisa melebar. Sementara pihaknya memasang drum dan garis penanda agar pengguna jalan tak melintas.
”Karena ini berisiko, kami berharap minggu depan segera ada penanganan. Karena ini dekat tikungan. Malam hari lebih berbahaya bagi pengguna jalan,” katanya. (fiq/ted)






