Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki meresmikan Restoran Sunan Drajat yang menjadi salah satu unit usaha milik Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Paciran Lamongan, Kamis (16/3/2023).
Dalam kesempatan itu, Teten Masduki menyampaikan apresiasinya kepada Ponpes Sunan Drajat yang dinilai tidak hanya melakukan kegiatan ekonomi, melainkan juga mampu membangun solidaritas sosial dan pemberdayaan bagi santri serta masyarakat melalui berbagai aktivitas bisnis yang dijalankannya.
“Toserba Sunan Drajat yang kita resmikan setahun lalu telah berkembang pesat. Kini kembali diresmikan restoran Sunan Drajat. Hal ini menjadi bukti bahwa Ponpes Sunan Drajat mampu menjadi bagian dari supply chain (rantai pasok) dan mampu memberdayakan UMKM sekitar,” ujar Teten, saat berkunjung ke Ponpes yang diasuh oleh KH. Abdul Ghofur tersebut.
Selain itu, Teten berkeinginan agar model ekosistem bisnis yang dijalankan oleh Ponpes Sunan Drajat itu juga bisa diterapkan oleh seluruh pesantren lainnya di Indonesia.
“Lewat tangan dingin Kiai Ghofur, Ponpes Sunan Drajat bisa mengembangkan ekonomi kerakyatan. Ponpes Sunan Drajat mampu jadi role model bagi pengembangan ekonomi pesantren. Bahkan, model ekosistem bisnis untuk pengembangan koperasi seperti inilah yang sebenarnya ingin kita copy ke berbagai pesantren yang ada di Indonesia,” terangnya.
Teten menjelaskan, banyak pesantren di Indonesia yang memiliki produk unggulannya masing-masing. Sehingga melalui pengelolaan produk yang dilakukan pesantren, pihaknya berharap, hal itu bisa menjadi inkubator atau tempat belajar bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Apalagi, Teten menyebut, tahun 2045, di usia 100 tahun, Indonesia akan menjadi 4 kekuatan ekonomi besar dunia setelah Amerika, China dan India. Seluruh proses pembangunan yang sekarang dijalankan oleh Pemerintahan disiapkan sebagai road to Indonesia Maju di 2045.
“Salah satu syarat Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 mendatang adalah jumlah rasio entrepreneur, pengusaha, maupun wirausahanya minimal harus sebesar 4 persen dari total populasi penduduk. Saat ini Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,47 persen. Maka dibutuhkan 1 juta entrepreneur baru di tahun 2024.,” paparnya.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/gaya-hidup/menelisik-barongsai-hok-shan-santri-ponpes-sunan-drajat-lamongan/
Lebih lanjut, Teten menuturkan, ada tiga hal yang sudah diterapkan secara garis besar di pemerintahan Jokowi, utamanya mengenai pembiayaan dana bergulir untuk koperasi.
“Pertama, Pak Jokowi sudah menetapkan 30 persen dari kredit perbankan harus untuk UMKM di tahun 2024. Hari ini sudah 20 persen. Kedua, kemudahan dalam berusaha, sehingga tidak ada lagi usaha rakyat yang dipersulit. Mengurus NIB juga mudah bisa lewat online,” tuturnya.
Ketiga, sambung Teten, belanja pemerintah 40 persen atau sekitar Rp400 triliun dari APBN saat ini diwajibkan untuk membeli produk UMKM dan koperasi.
“Semua ini dilakukan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Hari ini ekonomi kita juga cukup baik meski di tengah krisis dunia, ekonomi kita tumbuh 5,7 persen, tertinggi dari negara G20,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Dr. H. Anas Al Hifni, M.Si mengungkapkan bahwa restoran Sunan Drajat yang baru saja diresmikan itu memiliki 3 lantai dengan 12 tenant yang tersedia.
“Restoran Sunan Drajat ini menyediakan menu makanan khas Lamongan hingga Jepang. Harganya murah meriah. Hal itu dimaksudkan agar restoran ini dapat dikunjungi semua kalangan dari muda hingga lansia,” sebutnya.
Tak cukup itu, pria yang akrab disapa Gus Anas itu juga berkata, sistem pemesanan di restoran ini juga telah dilengkapi kecanggihan teknologi berupa transaksi card untuk mengakses berbagai kuliner yang disajikan oleh sejumlah tenant yang ada.

Para tenant itu, menurut Gus Anas, sebelumnya telah diseleksi melalui perlombaan. Kala itu, ada 12 tenant yang terpilih dari 42 peserta UMKM yang mengikuti lomba.
“Restoran ini menerapkan konsep semi tradisional-modern. Kami juga memberikan ruang bagi anak muda yang suka nongkrong namun jarang beli. Pusat perekonomian Sunan Drajat juga menyediakan ballroom, ruang perkantoran, fashion, salon syar’i bagi muslimah dan lainnya. Mudah-mudahan restoran ini laris dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi pesantren,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain meresmikan restoran Sunan Drajat, Teten Masduki juga mengunjungi beberapa unit usaha lain milik Ponpes Sunan Drajat, di antaranya toserba, pabrik garam, beras, sandal dan gula.
Turut hadir dalam acara ini di antaranya Pengasuh Ponpes Sunan Drajat, Wabup Lamongan KH. Abdul Rouf bersama jajaran OPD Pemkab Lamongan, Forkopimcam Paciran, serta sejumlah tokoh lainnya.[riq/ted]






