Peristiwa

Rayakan Sanksi terhadap Bupati, Warga Jember Cukur Gundul dan Tumpengan

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah warga menggelar acara doa bersama, cukur gundul, dan tumpengan di halaman gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (9/9/2020). Mereka merayakan sanksi yang dijatuhkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa terhadap Bupati Faida.

Warga mengawali acara dengan membaca surat Yasin. Acara juga dihadiri anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, David Handoko Seto, dan tokoh nahdlatul ulama KH Syaifur Rijal atau Gus Syef. Mereka juga merelakan diri dipelontos sebagai bagian dari perayaan.

Bupati Faida dijatuhi sanksi administratif berupa larangan menerima hak-hak keuangan, meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan lainnya, honorarium, biaya penunjang operasional, dan hak-hak keuangan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sejak 2 September 2020.

Sanksi tersebut muncul setelah Gubernur Khofifah menimbang hasil pemeriksaan Inspektorat Jawa Timur terhadap penetapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 yang mengalami keterlambatan. Hasil pemeriksaan Inspektorat menunjukkan bahwa penyebab keterlambatan adalah Bupati Faida.

“Terima kasih Ibu Gubernur. Indonesia punya kitab suci yakni undang-undang, aturan yang telah dibuat wakil rakyat. Jalankan itu secara benar. Saya di sini bukan mensyukuri atas sanksi terhadap Faida, tapi atas telah dilaksanakannya hukum yang ada,” kata Gus Syef.

Sementara itu, Kustiono Musri, pemrakarsa aksi, mengapresiasi sanksi tersebut. Sanksi tersebut memperjelas siapa yang bersalah dalam kisruh politik di Jember. “Jadi bukan soal besar kecilnya sanksi,” katanya.

Acara cukur gundul ini juga merupakan aksi simbolik. “Filosofinya tidak ada lagi tempat bersembunyi kutu-kutu yang membuat nakal pikiran kita,” kata Kustiono.

Bahkan, Kustiono sudah menyiapkan acara sembelih kambing jika usulan pemakzulan terhadap Bupati Faida dari DPRD Jember dikabulkan Mahkamah Agung. “Kambing ini sudah kami beli sejak lama, dan sekarang sudah dipelihara. Sekarang sudah besar. Saking lamanya tidak disembelih, orang yang memelihara sudah teriak-teriak: kapan mau disembelih,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar