Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ratusan Buruh Surabaya datangi Grahadi, Sempat Bersitegang dengan Petugas

Buruh saat berdemo di depan Grahadi

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan buruh Jawa Timur (Jatim) mulai mendatangi Gedung Negara Grahadi Senin, (22/11/2021) siang. Mereka menuntut agar Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan agar bisa dikaji dan dinaikan kembali.

Dalam aksi itu, ratusan massa aksi sempat berhenti di beberapa lokasi, yakni Jalan Raya Darmo, Taman Bungkul, Jalan Polisi Istimewa, hingga Jalan Pandegiling. Hal itu pun membuat kemacetan di jalan yang mereka lewati.

Setelah tiba di titik aksi, sebagian massa aksi sempat terlihat bersitegang dengan salah satu anggota polisi. Petugas itu tampak lari ke kelompoknya saat dikejar oleh buruh berpakaian merah hitam.

“Mau gak oleh lewat (tadi gak boleh lewat), konco-konco yo sempet panas mau (teman-teman juga sempat emosi tadi),” kata salah satu peserta aksi.

Tak hanya itu, para buruh juga sempat bersitegang dengan pria yang tidak menggunakan atribut. Orang tersebut dianggap provokator oleh massa yang mulai merapikan barisan.

“Kita tidak hanya mewakili kelompok, tapi (mewakili) buruh seluruh Jatim, jangan terprovokasi, kita adalah korban. Jangan dengarkan orang yang tidak memakai seragam FSPMI,” kata orator.

Kericuhan itu pun tidak berlangsung lama, ratusan massa demonstran akhirnya dapat dikoordinir oleh orator. Mereka akhirnya kembali meneruskan aksi dengan kondusif di depan Grahadi.

Ratusan buruh tersebut menuntut agar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menaikan UMP 2022 yang sudah ditetapkan itu. Sebab, menurutnya, apabila hanya dinaikan sebesar 1,2 persen sama dengan Rp 700 per harinya.

“Ini sama menghina dengan buruh Jatim, rumangsane (mereka kira) buruh Jatim gelem dikei (mau dikasih) Rp700, buat apa Rp700 itu. Ini merupakan kebijakan yang tidak bijak,” ucapnya.

Sementara itu, dalam aksi kali ini buruh juga membawa uang koin 500 rupiah yang akan dikumpulkan oleh buruh. Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat mengatakan, uang recehan Rp500 itu sebagai simbol kekecewaan buruh atas kecilnya kenaikan UMP 2022.

Sebab, kata Nuruddin, apabila kenaikan UMP 2022 di Jatim hanya sebesar 1,2 persen atau Rp22.790, sama saja dengan Rp500 per harinya. Ia menilai angka itu sama dengan orang meminta-minta dipinggir jalan.

“Kenaikan UMP Jatim tahun 2022 sebesar Rp22.790 setara dengan uang Rp500 perharinya. Nilainya lebih besar dari pemberian dermawan kepada orang yang meminta-minta di pinggir jalan,” pungkas Nuruddin. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar