Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda melaporkan prakiraan cuaca di Jawa Timur pada 13 – 18 Juni 2023. Secara umum, cuaca di Jatim cenderung cerah berawan pada pagi hari. Namun, berpotensi hujan pada siang, sore dan malam.
Berdasarkan laporan BMKG Juanda, prediksi anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) wilayah Jawa Timur dalam minggu ini bernilai negatif. Pada tanggal 12 hingga 16 Juni, ada indikasi tutupan awan yang cukup signifikan di Jatim.
“Selain itu, adanya gangguan atmosfer yakni aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada phase 3 yang mempengaruhi kondisi cuaca di wilayah Jatim,” demikian keterangan BMKG Juanda yang dikutip dari Twitter @infobmkgjuanda, Selasa (13/6/2023).
Prakiraan cuaca untuk sepekan ke depan menunjukkan kondisi MJO yang aktif yaitu berada di phase 3. Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan awan hujan di wilayah Indonesia khususnya di wilayah Jatim.
Anomali suhu muka laut secara umum menunjukkan nilai negatif di wilayah perairan selatan Jawa Timur, dan masih bernilai positif di perairan utara Jawa Timur (-1,0 s/d +1,5 derajat celsius).
BACA JUGA: Petani Cantik Banyuwangi Kebanjiran Order, Bahkan hingga Luar Negeri
“Kondisi tersebut cukup berkontribusi terhadap penambahan massa uap air di atmosfer Jawa Timur,” lanjutnya.
Sementara itu, kondisi angin pada lapisan 3000 feet di wilayah Jawa Timur menunjukkan arah angin cenderung dari arah timur, sehingga angin monsun membawa sedikit massa uap air ke wilayah Jatim
Untuk lebih lengkapnya, berikut prakiraan cuaca di Jatim pada 13-18 Juni 2023:
- Selasa, 13 Juni 2023: secara umum cerah berawan berpeluang hujan disertai petir
- Rabu, 14 Juni 2023: secara umum cerah berawan, berpeluang hujan ringan
- Kamis, 15 Juni 2023: secara umum cerah berawan, berpeluang berkabut
- Jumat, 16 Juni 2023: secara umum cerah, berpeluang berkabut
- Sabtu, 17 Juni 2023: secara umum cerah berawan, berpeluang berkabut
- Minggu, 18 Juni 2023: secara umum cerah berawan, berpeluang berkabut
BMKG berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan tubuh karena kondisi cuaca cepat berubah. (nap)






