Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 7 pot bunga yang berada di area Taman Kehati Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar dirusak orang tidak dikenal. Pengrusakan ini, menurut para pedagang di sekitar lokasi, terjadi pada Jumat (10/11/2023) pukul 02.00 WIB dini hari.
Pelaku pengrusakan 7 pot bunga yang berukuran besar itu juga seorang diri. Pelaku yang berjalan tiba-tiba langsung menendangi sejumlah pot bunga di pinggir jalan raya tersebut.
“Saya saksinya kejadian jam 2 pagi, tiba-tiba brak-brok setelah saya tengok itu ada orang yang menendang sejumlah pot itu,” kata Topik, pedagang bawang merah di sekitar lokasi, Jumat (10/11/2023).
Awalnya para pedagang mengira telah terjadi kecelakaan karena suara pengrusakan pot bunga itu cukup keras. Sehingga para pedagang yang sedang istirahat dan menunggu dagangannya langsung terbangun.
Namun setelah dilihat, ternyata suara keras itu berasal dari pot yang rusak oleh seseorang yang tidak dikenal itu. Para pedagang pun takut untuk menegur atau pun merekam aksi pelaku.
BACA JUGA:
Nekat Buka Tambal Ban Online, Pemuda Blitar Raup Jutaan
Dari perawakannya, para pedagang menduga pelaku tersebut mengalami depresi.
“Pria pelakunya kayak orang depresi yang biasa lewat sini, .emang banyak orang depresi yang lewat sini,” imbuhnya.
Para pedagang pun memilih untuk membiarkan aksi pengrusakan tersebut. Hal itu dilakukan lantaran para pedagang takut jika pria itu ditegur maka ia akan mengamuk lapak dagangannya.
Memang selama ini banyak berkeliaran penderita gangguan jiwa di sekitar taman Kehati Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. Keberadaan para ODGJ ini membuat para pedagang dan masyarakat sekitar resah.
BACA JUGA:
Kejari Blitar Juga Periksa Kabag Umum Soal Sewa Rumdin
Mereka pun meminta Dinas Sosial Kota Blitar untuk turun ke lapangan menjemput para ODGJ tersebut. Sehingga warga dan pedagang tidak khawatir lagi akan kemungkinan para ODGJ tersebut mengamuk dan merusak fasilitas umum.
“Dinsos itu seharusnya turun mengurusi ini, tidak hanya di kantor saja. Kalau seperti ini siapa yang rugi, belum lagi lak misalkan besok mengamuk merusak lapak kami,” tutupnya. [owi/beq]






