Peristiwa

Polres Madiun Telah Kantongi Pelaku Perampokan di Rest Area Saradan

Tangkapan layar vidio perampokan di rest area Saradan.(foto : dok.bj.com)

Madiun(beritajatim.com) – Sat Reskrim Polres Madiun terus berusaha untuk mengungkap kasus perampokan di rest area Saradan yang terjadi pada pertengahan bulan Desember tahun lalu. Selain mengirimkan petugas untuk ke luar kota, berbekal bukti petunjuk Polres Madiun juga memberangkatkan tim ke luar provinsi untuk memburu para pelaku.

”Kami berangkatkan tim keluar provinsi, semoga kembali ke Madiun membuahkan hasil,” kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP  Logos Bintoro, Senin (20/1/2020).

Pelaku perampokan, kata Logos diperkirakan lebih dari satu orang. Pihaknya sebenarnya sudah mengantongi alamat rumah salah satu pelaku, namun saat dilakukan pengecekan di rumahnya yang bersangkutan belum pulang.

Kendala yang dihadapi kepolisian, kata Logos para pelaku dan korban ini bukan orang Madiun. Selain itu viralnya vidio yang memperlihatkan perampokan tersebut, semakin membuat pelaku menjauh.

”Pelaku dimungkinkan lebih dari satu orang, mereka kemungkinan memencar untuk menghilangkan  jejak,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, perampokan terjadi di rest area Saradan, Jumat (20/12/19) pukul 00.30 WIB. Korban yang diketahui berjenis kelamin perempuan ini melakukan perjalanan dari Semarang dengan tujuan Malang. Korban yang diketahui bernama Dewi ini beristirahat di depan warung bakso.

Dari rekaman CCTV yang ada di TKP,  mobil korban bersebelahan dengan mobil pelaku. Tak lama kemudian pelaku membuka mobil korban dengan mengambil tas yang berisi uang tunai, ATM, kartu identitas dan barang berharga lainnya.

Begitu korban berteriak, pelaku langsung melarikan diri, menerjang parkiran, melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Petugas keamanan langsung melapor ke tol, dan pihak jasa marga menutup gerbang tol. Ternyata pelaku menerobos gerbang Nganjuk tanpa bisa dicegah oleh petugas.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar