RINGKASAN BERITA:
- Otoritas Kemenhaj RI resmi mengakhiri fase pendorongan jemaah haji Gelombang I dari Makkah menuju Bandara Jeddah.
- Sebanyak 95.178 jemaah haji reguler asal Indonesia telah sukses diterbangkan ke tanah air lewat 245 kelompok terbang.
- Manajemen pemulangan selanjutnya beralih penuh melayani evakuasi jemaah Gelombang II via Bandara AMAA Madinah.
- Jemaah dilarang keras menyelundupkan air zamzam ke koper bagasi guna mencegah pembongkaran paksa di bandara.
Makkah (beritajatim.com) — Proses pendorongan jemaah haji Indonesia Gelombang I dari hotel-hotel di Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah resmi berakhir pada hari ke-56 operasional haji. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan seluruh rangkaian pemulangan perdana berjalan lancar, aman, dan terkendali, dengan draf penerbangan pamungkas yang bertolak pada Selasa dini hari.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, statistik evakuasi udara ini diumumkan secara transparan oleh Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaf. Tercatat, ratusan kloter logistik penerbangan internasional telah sukses mengantar pulang hampir seratus ribu jemaah ke tanah air.
“Sampai hari ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” urai Maria Assegaf saat memberikan keterangan resmi di Makkah.
Maria memaparkan secara detail, akumulasi data hingga Senin mencatat sebanyak 245 kelompok terbang (kloter) telah lepas landas dari Jeddah dengan mengangkut 95.178 jemaah dan 977 petugas kloter (total 96.155 orang). Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 kloter di antaranya telah mendarat dengan selamat di Indonesia dengan total kedatangan riil 91.638 orang (90.709 jemaah dan 929 petugas).
Sementara itu, untuk pergerakan jemaah Gelombang II yang bergeser dari kaveling pemondokan Makkah menuju Madinah terpantau bergerak dinamis. Sektor Hijrah mencatat sebanyak 139 kloter yang membawa 53.338 jemaah dan 556 petugas (total 53.894 orang) telah merapat di Madinah untuk menuntaskan ibadah Arbain. Adapun untuk kuota jemaah haji khusus, draf data kepulangan berada di angka 15.802 orang.
Dengan berakhirnya masa tinggal Gelombang I di Makkah, lini operasional kementerian dipastikan langsung melakukan pergeseran fokus kerja ke bandara utama di Kota Nabawi.
“Mulai besok, operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jemaah Gelombang II yang telah berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai embarkasi di Indonesia,” jelas Maria.
Menghadapi perpindahan pos evakuasi ke Madinah, Kemenhaj melayangkan peringatan keras terkait keamanan barang bawaan. Jemaah dilarang keras menyisipkan botol atau jeriken air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Pemeriksaan kargo udara akan dilakukan secara ketat, dan temuan air zamzam ilegal dipastikan memicu pembongkaran paksa koper yang berisiko menunda jadwal terbang (delay).
Otoritas menjamin hak 5 liter air zamzam per jemaah sudah dikirimkan terlebih dahulu dan siap dibagikan secara resmi begitu jemaah tiba di gedung debarkasi tanah air.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini sangat membantu kelancaran pemeriksaan keamanan penerbangan, mempercepat proses penanganan bagasi, serta menghindari keterlambatan dalam proses keberangkatan,” tegas Maria.
Kemenhaj juga meminta jemaah yang masih menunggu draf jadwal terbang di Madinah untuk membatasi aktivitas fisik di luar hotel guna menghindari kelelahan ekstrem akibat cuaca panas. Jemaah didorong untuk mengonversi nilai gotong royong dan ukhuwah yang sempat dipraktikkan selama di Makkah menjadi aksi kepedulian nyata, terutama membantu sesama jemaah lansia dan disabilitas di sisa operasional haji 2026. [ian/MCH]]






