Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Petugas Reaksi Cepat Evakuasi Dua Jenazah di Kota Surabaya

Surabaya (beritajatik.com) – Petugas kepolisian dan Tim Gerak Cepat di Kota Surabaya melakukan evakuasi dua mayat lelaki paruh baya, Rabu (19/5/2021) malam. Penemuan dua mayat ini berbeda tempat. Untuk mayat pertama ditemukan dilaporkan saksi bernama Lamursri (47) terapis pijat tradisional di Jalan Patemon Barat. Diketahui mayat paruh baya ini meninggal dunia usai mendapat pelayanan pijat terapis oleh saksi sendiri.

Menurut keterangan Lamursri, saat itu korban yang diketahui bernama Bambang Priyanto (51) warga Banyu Urip ini datang minta dipijat. Namun, pemijatan selama sejam seperti yang diminlta ini ternyata berujung maut. Saksi pun tidak mengetahui kondisi sakitnya korban ini. Menurut saksi, korban ditemukan tergeletak di lantai oleh saksi.

“Benar ada laporan seperti itu dan sudah dilakunan pengecekan. Untuk kematian korban belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun diperkirakan korban meninggal karena sakit,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Faqih, Kamis (20/5/2021).

Belum diketahui secara pasti lelaki paruh baya ini meninggal karena apa. Namun, guna mengetahui penyebabnya, petugas mengevakuasi mayat ke RSU dr Soetomo untuk di visum. Selanjutnya jenazah akan diserahterimakan ke pihak keluarGa untuk dimakamkan.

Jenazah lelaki paruh baya di panti pijat kawasan Petemon

 

Sedangkan mayat kedua ditemukan warga dalam kondisi menyedihkan. Sosok lelaki paruh baya ini duduk dengan posisi kaki lurus. Mayat yang ini diketahui bernama Yoyok Purwito (53) warga Sememi, Surabaya. Menurut saksi Nur Cahyo, Warga Kalijudan, Mulyorejo, dirinya seperti biasa hendak memberi makan.

Meski tak ada hubungan keluarga, saksi hampir setiap hari mengantarkan makanan ke korban yang selalu narik becak di Jalan Putro Agung Wetan. Kaloksek Tambaksari, Kompol Akhyar menjelaskan, laporan tersebut selanjutnya dilakukan oemeriksaan oleh petugas. Petugas kepolisian bersama Linmas dan tim kesehatan memeriksa korban namun denyut nadinya sudah tak berfungsi.

“Selanjutnya korban diantar petugas ke RSU dr Soetomo. Kemungkinan korban meninggal dunia karena sakit. Jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga juga,” paparnya.(man/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar