Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan anggota Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti geruduk Polsek Sooko, Senin (20/2/2023). Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami salah satu anggotanya.
Satu per satu anggota IKSPI Kera Sakti memenuhi halaman Mapolsek Sooko yang terletak di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tepatnya di pinggir jalur nasional Surabaya – Madiun. Mereka menuntut pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut.
Dengan mengenakan kaos, atribut dan spanduk ukuran besar, mereka dengan tertib menunggu kejelasan kasus yang menimpa anggotanya tersebut. Kedatangan mereka tidak lain karena adanya kasus penganiyaan yang menimpa salah satu anggotanya yang merupakan warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”silat”]
Korban yang memakai kaos perguruan silat tersebut mengendarai sepeda motor hendak menjenguk sang ayah yang sedang dirawat di rumah sakit. Namun tepat di Simpang Empat Sooko sekira pukul 16.00 WIB, salah satu anggotanya tersebut dipepet empat orang yang tak dikenal dengan mengendarai dua sepeda motor.
Mereka meminta agar korban melepas kaos yang dipakainya. Usai meminta korban melepas kaos yang dikenakan, keempat orang tak dikenal tersebut langsung kabur ke arah utara atau Kota Mojokerto. Akibat kejadian tersebut, anggota IKSPI Kera Sakti mendatangi Polsek Sooko.
Meski Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Mojokerto, Muhammad Afandi yang menenangkan massa usai melakukan pertemuan dengan Waka Polres Mojokerto, Kompol Wisnu S Kuncoro, Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Yulie Khrisna dan Kapolsek Sooko, AKP Sohibul Yakin.
Namun massa enggan beranjak dari halaman Mapolsek Sooko. Setelah diberikan penjelasan hasil penjelasan dari pihak kepolisian terkait kasus yang dialami salah satu anggotanya tersebut, massa pun membubarkan diri. Dengan kawalan ketat pihak kepolisian, mereka meninggalkan Mapolsek Sooko.
Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Mojokerto, Muhammad Afandi mengatakan, kedatangan anggota IKSPI Kera Sakti di Polsek Sooko tersebut diakui sebagai rasa solidaritas bukan pengerahan massa atau undangan. “Karena anggota kita tadi ada pemukulan,” ungkapnya.
Anggota IKSPI tersebut datang dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto serta Jombang. Menurutnya, hasil pertemuan dengan pihak kepolisian jika kasus tersebut sudah dilaporkan dan masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman.
“Iya (usut tuntas). Karena kesepakatan kita kemarin dengan semua Ketua Perguruan Silat bahwa jika rananya kriminal maka tidak ada pembelaan dari perguruan. Kita tidak menuduh dari perguruan yang lain cuma anggota kita tadi dipukul oknum yang tidak dikenal. Tidak tahu (pakai atribut),” jelasnya.
Diakuinya, jika anggotanya tersebut memakai kaos IKPSI mengendarai sepeda motor sendiri hendak ke RS Islam Sakinah di Kecamatan Sooko. Menurutnya, tidak ada luka namun ada pemukulan dan perampasan kaos yang dipakai korban.
Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto untuk melihat rekaman CCTV. Pihaknya juga sudah meminta keterangan korban dan melakukan visum.
Usai membubarkan diri, dikabarkan jika massa masih berkumpul di perbatasan Kabupaten Mojokerto tepatnya di Jalan RA Basoeni. Pihak kepolisian pun langsung ke lokasi namun sudah dalam kondisi sepi sehingga jalur perbatasan tersebut dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. [tin/kun]
![Pendekar Silat Geruduk Mapolsek Sooko di Mojokerto Mapolsek Sooko di Mojokerto Digeruduk Pendekar Silat. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/02/img-beritajatim-4.jpg)
![Ratusan anggota IKSPI Kera Sakti saat mendatangi Mapolsek Sooko. [Foto : Misti Prihatini]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/02/img-beritajatim-2.jpg)






