Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pelajar di salah satu SMP yang berada di Kecamatan Babat mengalami nasib nahas. Pelajar ini terpeleset dari atas balkon mushola dan meninggal dunia karena kepalanya terbentur lantai.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pelajar laki-laki tersebut berinisial ANK (14), asal Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
“Iya, kami menerima laporan kejadian seorang pelajar SMP meninggal dunia akibat terjatuh dari balkon mushola sekolah tanpa pagar pembatas dekat tandon air, di Desa Patihan, Kecamatan Babat,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Senin (11/12/2023).
Baca Juga: ISSI Jatim Juara Umum Kejurnas Track 2023
Mengenai kronologi yang didapat polisi dari penuturan para saksi, Anton menceritakan bahwa kejadian ini berawal pada hari Senin (11/12/2023), sekira pukul 08.30 WIB.
Kala itu, korban ANK mengajak temannya yakni BN (16) dan FAK (14) untuk bermain di balkon mushola usai mengikuti ujian di sekolahnya.
Balkon mushola yang digunakan bermain itu tanpa adanya pagar pembatas. Selain itu, kondisi balkon yang berada di dekat tandon air tersebut juga tampak berlumut dan licin.
Saat bermain itulah, BN memutuskan untuk turun dari balkon, sedangkan korban bersama temannya FAK masih melanjutkan bermain di atas balkon dekat tandon air, yang kondisi lantainya berlumut dan licin.
Baca Juga: Kesal Tak Dinikahi, Jadi Alasan Mantan LC di Ngawi Curi Duit Kekasih
Tanpa disadari, korban terpeleset dan terjatuh ke lantai dasar dengan posisi kepala terlebih dahulu membentur lantai semen. Melihat hal itu, temannya FAK turun dari balkon dan berlari untuk memberitahukan kejadian ini kepada pengurus mushola.
“Akhirnya warga sekitar yang mendapat kabar kejadian ini dari saksi segera melakukan pertolongan kepada korban, dan membawanya ke RSU Muhammadiyah Babat. Namun dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia,” terang Anton.
Lebih lanjut Anton menuturkan, kejadian ini dilaporkan kepada Polsek Babat. Para petugas akhirnya bergegas untuk melakukan olah TKP, mencatat keterangan dari para saksi, mengamankan sejumlah barang bukti dan membuat VER mayat.
Baca Juga: Diintimidasi, Guru Perempuan di Sampang Cari Perlindungan ke Polisi
Selain itu, menurut Anton, kepolisian juga mengimbau kepada pihak sekolah untuk membenahi sarana prasarana setempat, khususnya terkait fasilitas tembok atau pagar pembatas agar keselamatan siswa terjaga dengann baik.
“Jenazah dibawa pulang ke keluarganya. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi serta menerima kejadian ini dengan ikhlas. Keluarga mengaku tidak akan menuntut pihak manapun atas meninggalnya korban,” pungkasnya. [riq/ian]






