Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Nahas, Hendak ke Pasar, Penjual Pentol di Lamongan ini Dibacok Orang Tak Dikenal

Seorang penjual pentol di Lamongan, Iskandar, dibacok orang tak dikenal dan mendapat perawatan medis di Puskesmas.

Lamongan (beritajatim.com) – Nasib nahas dialami oleh seorang penjual pentol, Iskandar (47), warga Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Ia mengalami luka robek akibat dibacok dengan benda tajam oleh orang tak dikenal.

Menurut Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro, korban Iskandar dibacok oleh 2 orang tak dikenal di jalan raya Mantup, tepatnya di selatan Jembatan SPBU Glugu, Kecamatan Mantup usai mengisi bensin di SPBU setempat.

“Sebenarnya, kejadian pembacokan ini terjadi pada Selasa (20/9/2022), sekira pukul 04.00 WIB, saat korban mengisi BBM untuk kendaraannya di SPBU Glugu Kecamatan Mantup. Korban berencana untuk menggiling daging bakal pentol jualannya,” kata Anton, Kamis (22/9/2022).

Mengenai kronologinya, Anton menceritakan bahwa bermula saat korban berangkat dari rumah sekitar pukul 03.50 WIB, dengan mengendarai motor Honda Supra X dengan nopol S 6506 QV dari rumahnya yang berada di Dusun Gempolnogo, Desa Gempolmanis Kecamatan Sambeng.

Kala itu, korban hendak ke Pasar Babatan, Mantup untuk menggiling daging bahan pentol jualannya. Apesnya, setibanya di Desa/Kecamatan Mantup, korban yang mengisi BBM di SPBU dan hendak melanjutkan perjalanannya ke Pasar Babatan Mantup justru dianiaya orang tak dikenal.

“Tepat di jembatan, korban melihat 2 orang berdiri di tengah jalan dan setelah kurang dari 1 meter korban merasa dipukul oleh salah satu dari 2 pelaku,” terang Anton.

Mendapat serangan dari pelaku, korban merasa ada sesuatu yang aneh di bagian pantatnya. Korban lalu berhenti di salah satu warung kopi untuk mengecek kondisi tubuhnya. Betapa kaget, ternyata korban melihat ada darah yang mengalir dari tubuhnya.

Dari situlah, akhirnya korban baru sadar kalau ia jadi korban pembacokan oleh pelaku yang tidak dikenal tadi di pantatnya bagian kanan. “Korban langsung teriak meminta tolong untuk diantar ke Puskemas Mantup agar segera mendapat perawatan medis,” tutur Anton.

Sesampainya di Puskesmas inilah, Anton berkata, ternyata luka robek yang dialami oleh korban mencapai panjang 8 cm dengan dalam 5 cm di bagian pantat kanannya. Setelah mendapat perawatan, korban lalu melaporkan apa yang dialaminya tersebut ke Polsek Mantup.

“Petugas kepolisian kemudian mendatangi TKP dan menggelar olah TKP. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan atas peristiwa yang dialami korban,” tutupnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev