Surabaya (beritajatim.com) – Mass Rapid Transit atau MRT merupakan sistem transportasi transit cepat yang menggunakan kereta rel listrik. Dalam bahasa Indonesia, MRT dikenal dengan sebutan Moda Raya Terpadu.
MRT terhubung dengan rel listrik otomatis yang berjalan tanpa masinis. Pasalnya, sistem transportasi ini dikendalikan di pusat kendali.
Sejarah mencatat, MRT pertama di dunia berada di London Underground. Angkutan massal ini diberi nama Underground karena berada di bawah tanah. Namun, di beberapa negara ada yang menyebutnya dengan Subway dan Metro Systems.
Underground merupakan sistem angkutan cepat tertua di dunia dan sudah mulai beroperasi sejak 10 Januari 1863 pada Metropolitan Railway.
Kereta tersebut menghubungkan stasiun London utama di Paddington, Euston dengan King’s Cross sebagai pusat kota dan kawasan bisnis.
Untuk menerangi gerbong kereta bawah tanah, transportasi ini menggunakan lampu gas selama perjalanan berlangsung sehingga gerbongnya tak gelap gulita.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Kereta uap bawah tanah tersebut dioperasikan dengan rute dari Paddington Station ke Farringdon Street. Dengan melewati pemberhentian di Edgware Road, Baker Street, Portland Road, Gower Street, dan King’s Cross. Kereta ini menempuh jarak 3,75 mil atau 6 kilometer selama 18 menit.
Diketahui, MRT di London mengangkut 40 juta penumpang tiap tahunnya sejak 1880. Pembangunan MRT di London ini berawal dari keinginan untuk mengurai kemacetan.
Seiring berjalannya waktu, minat dan antusiasme masyarakat semakin besar sehingga pada 18 Desember 1890, kereta api listrik bawah tanah pertama di dunia dibuka, City and South London Railway. Karena jalur bawah tanah ini berbentuk seperti tabung, (tubular-inggris), hingga kini kereta bawah tanah tersebut kerap disebut Tube.
Pembukaan jalur kereta bawah tanah ini dipuji dunia sebagai kejayaan teknik masa kini. Sebab, angkutan ini dinilai sebagai moda transportasi yang maju. Bahkan, sistem tersebut diadopsi oleh negara lain hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Tidak hanya benua Eropa, negara lain di Asia juga mulai menggunakannya, seperti di Tokyo (1927), Beijing (1969) dan Singapura yang mengoperasikannya sejak 7 November 1987.
Sampai tahun 2000-an ini, sudah banyak negara lain yang juga mengoperasikan MRT dengan sistem yang canggih dan modern serta berbagai fasilitas pendukung. (nap)






