Peristiwa

Miris, Hari Raya Idul Fitri, Ibu Sengaja Tinggalkan Anaknya di Jalan

Sang anak saat mendapatkan penanganan dari penemu dan petugas TGC Pemkot Surabaya, Kamis (13/5/2021).(BPB Linmas)

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang ibu di Surabaya mengajak anak gadisnya berumur 4 tahun keluar rumah saat Hari Raya Idul Fitri 1442 yang jatuh pada Kamis (13/5/2021). Ternyata sang anak yang berinisial N (5) ini ternyata bukan diajak halal-bihalal ke rumah saudara atau rekannya. Namun gadis kecil nan imut ini justru ditinggalkan di Jalan Sidotopo Sekolah, Semampir.

Berbekal uang beberapa ribu rupiah dan baju dalam tas plastik putih, sang ibu pun meninggalkan anaknya sendiri dalam kondisi menangis. Entah apa yang ada dalam benak sang ibu ini.

Tangisan sang anak menggugah hati nurani pejalan kaki yang juga warga sekitar. Anak ini pun lantas dibawa pulang oleh Yuli (47) warga Sidotopo.

Dengan naluri sang ibu yang tak tega melihat anak ini, ia merawat sejenak dan meminta anak untuk tidur. Sebab, sudah pukul 20.30 WIB dan mungkin anak ini juga lelah.

“Anak itu menceritakan semua kejadian yang dia alami, saat itu pergi bersama ibunya namun di Jl. Pelampitan anak itu sengaja ditinggal oleh ibunya. Anak itu membawa uang dan pakaian yang ada di dalam tas plastik,” jelas Yuli kepada petugas BPB Linmas.

Usai meminta sang anak tidur, ibu ini meminta tetangganya untuk membantu menyebarkan informasi atas temuan anak ini. Lantas tetangga pun mengambil foto sang anak dan mempostingnya di beberapa grup Facebook. Tak hanya itu, mereka juga melaporkannya ke petugas tanggap darurat di nomor 112.

Sampai akhirnya, petugas pun mencoba melihat kebenaran informasi tersebut ke rumah sang penemu anak ini. Bisa disebut keajaiban, usai petugas mendata dan melihat sang anak, ternyata ada informasi bahwa seseorang mengaku kakeknya. Petugas pun lantas memfasilitasi dan juga mendata kebenaran dari hubungan kakek dan cucu ini.

“Menurut data seperti itu dan sudah diserahkan ke kakeknya. Miris sekali (meninggalkan anak di jalan saat malam hari.red),” jelas Awang petugas piket pelayanan darurat 112 Pemerintah Kota Surabaya.

Usai mendata dan mencocokan kebenaran ke identitas serta pengakuan sang anak, kakek yang datang bersama istrinya ini lantas meminta sang anak untuk dibawa pulang. “Sekarang anak itu sudah dibawa pulang kakek dan neneknya. Kalau isi dalam plastik hanya uang dan pakaian saja. Anaknya nangis tapi sudah tenang saat kakek dan neneknya tiba,” pungkasnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar