Surabaya (beritajatim.com) – Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi turnamen terbesar dalam sejarah FIFA karena diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu juga menjadi panggung penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) paling masif dalam sejarah turnamen.
FIFA memanfaatkan berbagai sistem berbasis AI untuk membantu pengambilan keputusan wasit, meningkatkan pengalaman penonton, hingga memperkuat keamanan stadion selama turnamen berlangsung.
Offside Semi-Otomatis Jadi Andalan
Salah satu teknologi AI paling menonjol di Piala Dunia 2026 adalah sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang merupakan pengembangan dari teknologi yang pertama kali digunakan secara penuh pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Teknologi ini menggunakan jaringan kamera berkecepatan tinggi yang dipasang di bawah atap stadion untuk melacak posisi pemain dan bola secara real-time. Sistem AI akan menganalisis jutaan titik data per pertandingan dan secara otomatis mengirimkan peringatan kepada Video Assistant Referee (VAR) ketika terdeteksi potensi offside.
Dengan bantuan AI, keputusan offside dapat diambil lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan penggambaran garis secara manual.
Analisis Pertandingan Real-Time
FIFA juga memanfaatkan AI untuk menghasilkan statistik pertandingan secara langsung. Sistem ini mampu mengolah ribuan data setiap menit, mulai dari kecepatan lari pemain, pola umpan, penguasaan bola, hingga area serangan yang paling sering digunakan.
Data tersebut tidak hanya membantu tim pelatih dan analis pertandingan, tetapi juga digunakan dalam siaran televisi dan platform digital FIFA untuk memberikan informasi yang lebih mendalam kepada penonton.
Melalui teknologi ini, penggemar sepak bola dapat mengetahui berbagai data yang sebelumnya sulit diakses secara instan selama pertandingan berlangsung.
Pengalaman Penonton Lebih Personal
Teknologi AI juga diterapkan untuk meningkatkan pengalaman suporter di stadion. Sejumlah venue Piala Dunia 2026 menggunakan sistem berbasis AI untuk mengatur arus masuk penonton, memprediksi kepadatan area tertentu, hingga membantu pengunjung menemukan pintu masuk, lokasi kursi, dan fasilitas umum dengan lebih cepat.
Beberapa stadion bahkan mengintegrasikan AI ke dalam aplikasi resmi yang memungkinkan suporter memperoleh informasi pertandingan, rekomendasi rute, serta layanan stadion secara personal sesuai lokasi mereka.
AI Perkuat Keamanan Stadion
Keamanan menjadi salah satu fokus utama penyelenggara mengingat Piala Dunia 2026 digelar di 16 stadion yang tersebar di tiga negara.
Teknologi AI digunakan untuk membantu pemantauan area stadion melalui kamera pintar yang mampu mendeteksi kerumunan berlebih, pergerakan mencurigakan, hingga potensi gangguan keamanan. Sistem tersebut memungkinkan petugas keamanan merespons situasi lebih cepat dibandingkan metode pemantauan tradisional.
Selain itu, AI juga membantu pengelolaan lalu lintas penonton sebelum dan sesudah pertandingan untuk mengurangi risiko kemacetan dan penumpukan massa.
Membantu Wasit Mengambil Keputusan
Selain offside otomatis, sejumlah teknologi berbasis AI juga digunakan untuk mendukung sistem VAR dalam menganalisis insiden-insiden penting seperti pelanggaran, handball, atau potensi kartu merah.
Walaupun keputusan akhir tetap berada di tangan wasit, AI berfungsi sebagai alat bantu yang mempercepat proses peninjauan sehingga pertandingan dapat berlangsung lebih efisien.
FIFA menegaskan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran manusia, melainkan membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan konsisten.
Era Baru Sepak Bola Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi bukti bagaimana teknologi kecerdasan buatan mulai mengubah wajah sepak bola modern. Jika sebelumnya AI hanya digunakan untuk analisis performa tim, kini perannya meluas hingga mencakup aspek pertandingan, pelayanan penonton, keamanan, dan operasional stadion.
Dengan jutaan penonton yang hadir langsung di stadion dan miliaran pemirsa di seluruh dunia, FIFA berharap pemanfaatan AI dapat menciptakan turnamen yang lebih aman, cepat, transparan, dan menarik.
Piala Dunia 2026 pun bukan hanya menjadi pertarungan para pemain terbaik dunia di atas lapangan, tetapi juga ajang unjuk kemampuan teknologi masa depan yang akan membentuk arah perkembangan sepak bola global dalam beberapa tahun mendatang. [kun]






