Bojonegoro (beritajatim.com) – Mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo turut Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro dijemput pihak keluarga. Keluarga menjemput jenazah korban di Kamar Jenazah RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Selasa (11/07/2023) malam.
Sebelumnya, identifikasi yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Bojonegoro tidak terbaca identitasnya. Pihak keluarga mendengar adanya temuan mayat dari pihak kepolisian. Karena sehari sebelumnya keluarga korban melapor ke Polsek Trucuk bahwa telah kehilangan keluarganya.
Identitas korban diketahui atas nama Yahmi (82) asal Desa Ngablak RT 17 RW 03 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. “Sudah keluar rumah dua hari dua malam ini, dan kemarin saya laporkan ke polisi,” ujar salah seorang keluarga korban, Suwati.
Ia mengaku mengenali ciri-ciri korban dari kelainan jari kakinya yang melengkung. Ia mengakui korban ini sudah kelainan ingatan. Namun, baru kali ini pergi ke Sungai Bengawan Solo dan tenggelam.
“Mulai keluar rumah itu malam hari,” terangnya.
Mayat korban selanjutnya diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan. Diketahui sebelumnya, mayat perempuan itu ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (11/07/2023) sekitar pukul 11.23 WIB.
BACA JUGA:
14 Penghayat Aliran Kepercayaan di Bojonegoro Urus Identitas
Mayat perempuan yang sudah dalam kondisi setengah membusuk itu kali pertama diketahui warga yang melakukan aktifitas penambangan tradisional di Sungai Bengawan Solo. Kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian serta BPBD Bojonegoro untuk dievakuasi. [lus/but]






