Bojonegoro (beritajatim.com) – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai melakukan langkah antisipatif. Salah satunya penanganan kekeringan pemilik lahan pertanian.
Untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) Pemkab Bojonegoro pada tahun 2024 ini membangun 5 embung baru dan menormalisasi 19 embung.
Dari total 24 embung yang akan dibangun dan normalisasi itu, dengan rincian empat embung sudah selesai dibangun, dua embung selesai normalisasi, dan tiga embung sedang dalam proses normalisasi.
“Sehingga ada 16 Embung yang akan diproses untuk normalisasi tahun ini,” ujar Kepala Bidang Air Baku Irigasi DPU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati, Senin (8/7/2024).’
Menurutnya, pembangunan dan normalisasi embung ini untuk mengatasi kekeringan pada tahun depan. Sedangkan embung yang dibangun dan dinormalisasi tahun 2023 lalu untuk mengatasi kekeringan pada tahun 2024 ini.
Hal tersebut sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan produksi pertanian dan demi ketahanan pangan nasional. “Jumlah embung yang sudah selesai dibangun dan dinormalisasi pada tahun 2023 sebanyak 12 embung,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai upaya menjaga ketersediaan suplai air baku untuk irigasi atau pertanian di Kabupaten Bojonegoro, DPU SDA telah membangun 530 embung tersebar di 28 Kecamatan Bojonegoro. “Untuk embung yang sudah di inventarisasi ada 222 titik,” pungkasnya. [lus/beq]






