Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa meminta Wali Kota Malang Sutiaji memindahkan pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti jajanan, makanan berat, minuman dan lainnya dari kawasan Museum Brawijaya. Karena lokasi tersebut belum layak dijadikan tempat jualan saat Car Free Day (CFD).
“Kami melihat bahwa Museum Brawijaya sangat sempit untuk dijadikan pusat UMKM CFD. Sehingga masyarakat berdesakan. Rawan terjadi copet. Selain itu, dalam suasana berdesakan tersebut juga ada pengunjung anak-anak dan lansia. Bapak Wali Kota Sutiaji harus tahu ini, kembalikan saja pada posisi semula, di luar museum ini,” ungkap koordinator pusat Forum Mahasiswa Sumatera Utara (Formasu) Ridha Zikri Pinem saat diwawancarai, Rabu (2/8/2023).
Tidak hanya mengeluhkan soal berdesak-desakan, Zikri khawatir dengan kondisi jualan pedagang. Menurutnya kondisi pasir di area museum bisa berdampak pada makanan dan minuman para pedagang.
BACA JUGA:
Wali Kota Sutiaji Sebut Society 5.0 Sejatinya tentang Bijak dan Cerdas
“Kalau kita menghadap ke museum, sebelah kanan, saat kita jalan ke arah belakang maka yang kita injak itu tanah berpasir. Jadi pasir tersebut naik, tentu ini berdampak terhadap kondisi dagangan yang dijual,” lanjutnya.
Pihaknya mengaku sudah banyak mendengar keluhan mahasiswa. Ia berjanji segera menyiapkan kajian jika tidak segera ada tanggapan dari Wali Kota Malang.
“Kami segera lakukan kajian. Karena kami banyak mendengar keluhan mahasiswa, saya percaya mayoritas yang datang ke pusat UMKM CFD ini adalah mahasiswa, mohon lembaga-lembaga terkait dan Wali Kota segera menanggapi ini,” pungkasnya. [dan/suf]






