Blitar (beritajatim.com) – Sugianto, nahkoda KM Mandala mengaku mengalami hal mistis sebelum perahunya karam di Pantai Gayasan, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Pria yang sudah 11 tahun menjadi nahkoda kapal itu mengaku belum pernah mengalami hal aneh seperti Rabu (6/9/2023) malam lalu tersebut.
Menurut Sugianto, saat kapal yang ia kemudian hendak balik ke Trenggalek, tiba-tiba saja kabut tebal turun dengan cepat. Padahal sebelumnya, dia tidak mendapati tanda-tanda kabut akan turun saat memandang lautan.
Peristiwa turunnya kabut tersebut cukup cepat hingga dia terkaget dan tidak bisa mengendalikan kemudi kapal. Hal mistis tidak berhenti di situ. Saat kabut belum hilang, tiba-tiba saja ombak besar menghantam.
Menurut Sugianto ombak tersebut diperkirakan setinggi 7 meter. Besarnya ombak itu membuat perahu kecil yang mengekor di kapal utama pecah dan terbalik.
BACA JUGA:
Pencarian 8 ABK Kapal Mandala Karam di Blitar Terus Dilakukan
Bahkan Kapal Mandala yang kemudikan oleh Sugianto juga terbalik. Beruntung, kapal induk bisa membalik ke posisi semula.
“Mencari selah arah untuk pulang, mau pulang ikan sudah cukup.Tiba-tiba ada kabut, tahu-tahu sudah terdampar, ombak besar 7 meter,” ucap Sugianto sembari memegangi badannya yang masih sakit akibat tergulung ombak, Kamis (7/9/2023).
Sugianto mengaku belum pernah mengalami hal seaneh ini. Pria asal Trenggalek itu pun juga mengaku sudah hafal dengan jalur laut yang biasa ia lalui.
Namun tidak tahu mengapa pada malam itu, ada kabut tebal yang tiba-tiba turun dan mengalami pendangannya. Sugianto pun tidak habis pikir apa yang terjadi.
BACA JUGA:
Kesaksian ABK Kapal Mandala Trenggalek Karam di Laut Blitar
Ia hanya bisa bersyukur karena masih diberi keselamatan ditengah hempasan ombak besar yang menerpa kapalnya.
“Gak ada tanda-tanda tahu-tahu sudah tidak kelihatan, Ndak tahu mas tidak kelihatan. Kapal terbalik satu terbalik tengkurap satunya bisa kembali lagi,” ceritanya.
Saat kapal pecah, seluruh ABK pun berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing. Sugianto bahkan terlempar dari ruang kemudian dan terombang-ambing di lautan lepas selama 20 menit.
Hingga akhirnya Sugianto, terhempas di Pantai Gayasan Kabupaten Blitar. Ia pun merupakan orang pertama yang terhempas ke pinggir pantai, sementara ABK lainnya masih terombang-ambing di lautan.
“Kira-kira terombang-ambing 20 menit malah saya duluan teman-teman masih di perahu tidak pakai pelampung,” tutupnya. [owi/beq]






