Blitar (beritajatim.com) – Sunardi, Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Mandala Prigi Kabupaten Trenggalek menceritakan peristiwa nahas yang menimpanya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/9/2023) malam.
Saat itu Sunardi bersama 22 ABK lainnya tengah pulang dari mencari ikan di daerah teluk Pantai Gayasan, Kabupaten Blitar. Tiba-tiba saja, ombak besar menghantam dua perahu yang ditumpangi oleh 23 ABK asal Prigi Kabupaten Trenggalek.
Akibat pembahasan ombak tersebut perahu utama yang ditumpangi oleh Sunardi terbalik hingga terpecah. Seketika kapal yang ditumpangi oleh puluhan ABK tersebut menabrak tebing yang berada tepat di wilayah pantai gayasan Kecamatan Wonotirto atau kabupaten Blitar.
“Saat itu jam 09.00 malam kemudian langsung ada ombak besar dan kapal kemudian oleng kemudian menabrak tebing pantai gayasan,” kata Sunardi, ABK kapal Mandala Prigi, Trenggalek, Kamis (7/9/2023).
Sunardi bersama 22 ABK lainnya berangkat pada Rabu (6/9/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Sumarno dan 22 ABK lainnya memang berniat untuk mencari ikan di teluk Gayasan.
BACA JUGA:
Kapal Tenggelam di Blitar Milik Nelayan Prigi Trenggalek
Sekitar pukul 20.30 WIB dua kapal nelayan tersebut kemudian bertolak untuk pulang ke Prigi Kabupaten Trenggalek. Namun nahas ketika sampai di Pantai Gayasan Kabut tebal menghadang dan ombak besar langsung menghantam kedua kapal tersebut.
Akibatnya kapal Mandala Prigi itu terbelah. Para ABK tersebut pun terlempar hingga setengah kilometer dari kejadian.
Sunardi akhirnya bisa selamat setelah berpegangan pada bagian mesin. Ia pun sempat tergulung ombak beberapa kal. Pria asal Prigi Trenggalek itupun kenyang meminum air laut.
BACA JUGA:
20 Nelayan Selamat dari Kapal Tenggelam di Blitar Selatan
Sunardi akhirnya bisa selamat setelah terdampar di tepi pantai. Ia kemudian diselamatkan oleh warga desa setempat.
“Kapal langsung pecah setelah dihantam ombak awalnya bagian belakang, kami ya tergulung ombak hingga ketepian,” ungkapnya.
Sunardi mengalami luka di bagian kaki. Kini dirinya tengah di rawat di Puskesmas Wonotirto Kabupaten Blitar. [owi/beq]






