Mojokerto (beritajatim.com) – Serangan hewan klaper memenuhi penerangan jalan di bawah Jembatan Gajah Mada, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Serangga kecil sejenis laron yang muncul dari Sungai Brantas ini muncul usai Kota Mojokerto diguyur hujan deras pada, Jumat (10/3/2023).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, petugas dari Satlantas Polresta Mojokerto menutup akses menuju bawah Jembatan Gajah Mada. Tiga jalur yang mengarah ke bawah Jembatan penghubung Kota dan Kabupaten Mojokerto tersebut disiagakan petugas.
Yakni dari arah Jalan Hayam Wuruk, Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Gajah Mada. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pengguna jalan yang jatuh saat melintas di antara jutaan hewan yang suka dengan cahaya terang tersebut.
Lantaran serangan ini bisa menyebabkan aspal di jalan licin dan bisa menempel di ban kendaraan sehingga membuat kendaraan selip. Sehingga tak jarang pengguna jalan khususnya kendaraan roda dua banyak terjatuh karena kemunculan hewan kecil ini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”mojokerto”]
Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Heru Sudjio Budi Santoso membenarkan, pihaknya menerjunkan anggotanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan akibat munculnya hewan tersebut. “Iya kita siagakan petugas di lokasi karena banyaknya klaper di bawah Jembatan Gajah Mada,” ungkapnya.
Kasat menjelaskan, jika klaper-klaper tersebut muncul di bawah Jembatan Gajah Mada mulai pukul 18.00 WIB. Kemunculan hewan tersebut setelah Kota Mojokerto diguyur hujan deras sejak Jumat sore. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya menerjunkan petugas.
“Iya ada laporan dari masyarakat sehingga kami terjunkan dua petugas di lokasi. Habis magrib tadi tiba-tiba langsung banyak, muncul dari dari sungai ke bawah Jembatan Gajah Mada. Jadi di bawah Jembatan Gajah Mada dipenuhi klaper, ini sepertinya yang parah,” katanya.
Sejak awal tahun 2023, lanjut Kasat, ini kemunculan hewan kecil tersebut paling parah. Menurutnya, hewan tersebut akan muncul setelah hujan deras namun kali ini yang cukup parah sehingga pihaknya menutup akses bawah Jembatan Gajah Mada untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Karena jalur yang mengarah ke Jembatan Gajah Mada ditutup sehingga tidak ada pengendara yang jatuh. Sekitar jam 9 tadi, sudah tidak banyak sehingga petugas melakukan pembersihan dengan cara disekrop dan dibakar. Tiga jalur yang sebelumnya ditutup juga sudah dibuka kembali,” ujarnya.
Sehingga saat ini arus lalu-lintas di bawah Jembatan Gajah Mada sudah bisa dilalui. Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan khususnya pengendara kendaraan roda dua untuk berhati-hati saat hewan klaper ini muncul karena bisa diprediksi kemunculannya setelah hujan deras.
“Iya kita himbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melewati bawah Jembatan Gajah Mada saat hewan klaper muncul karena di sini hewan ini sering muncul terutama setelah hujan. Kebetulan tadi Kota Mojokerto diguyur hujan, namun ini yang paling parah,” tegasnya.
Selain menyerang lampu penerangan di bawah Jembatan Gajah Mada, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, hewan klaper juga muncul di Jembatan Ngrame di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Hewan ini muncul dari Kali Sadar dan akan mencari lampu penerangan jalan. [tin/kun]
![Jutaan Klaper Penuhi Bawah Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto, Satlantas Tutup Tiga Jalur Petugas dari Satlantas Polresta Mojokerto menutup akses bawah Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/03/IMG_20230310_220806-1024x576.jpg)






