Blitar (beritajatim.com) – Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Blitar masuk kategori risiko tinggi (risti). Faktor usia serta cuaca Kota Mekkah yang panas membuat para lansia rawan terserang penyakit baik itu flu maupun batuk.
Menurut Kementerian Agama Kabupaten Blitar ratusan calon jemaah haji risti itu tergabung di kloter 12 dan 13. Para lansia itu pun disarankan untuk lebih banyak istirahat dan beribadah di masjid area hotel.
Kasi penyelenggara haji dan umroh kantor Kemenag Kabupaten Blitar Hamim Thohari yang juga menjadi petugas haji mengkampanyekan jemaah haji lansia dan risti saat ini diminta banyak beristirahat dan sementara waktu beribadah di hotel saja.
Para jemaah diminta banyak istirahat mempersiapkan serangkaian puncak ibadah haji seperti Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
“Khusus jemaah lansia dan berisiko tinggi betul-betul kami jaga kondisinya sebagaimana amanah dari pemerintah,” kata Hamim Thohari, Selasa (13/6/2023).
Baca Juga:
Cuaca Panas di Madinah, 40 Jemaah Haji Blitar Batuk dan Flu
Menurut Hamim, dibutuhkan kondisi fisik yang prima bagi jemaah haji untuk dapat mengikuti rangkaian ibadah wajib haji sehingga penting bagi petugas untuk mengingatkan jamaah haji tidak melakukan aktivitas yang berlebihan menjelang Armuzna. Para jemaah lansia dan risti sementara waktu menjalankan ibadah seperti sholat di masjid yang ada di hotel.
Rangkaian prosesi ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fase terberat berhaji. Rangkaian tersebut juga yang menjadi pembeda antara ibadah haji dan umroh.
Tiga tempat ini sering disebut titik krusial dalam rangkaian kegiatan wajib haji, karena di tiga tempat ini seluruh energi fisik dan mental akan terkuras. Sehingga tidak jarang jamaah jatuh sakit atau bahkan meninggal karena kelelahan usai atau saat sedang berlari.
“Untuk jemaah lansia dan beresiko tinggi di fokuskan untuk kegiatan-kegiatan yang memang inti yakni terutama kegiatan di Armuzna di Arofah,” imbuhnya.
Saran untuk beribadah di dalam masjid area hotel ini bukan tanpa alasan. Petugas haji ingin memastikan bahwa para lansia dan jemaah yang beresiko tinggi tetap bisa menjalankan puncak ibdah haji.
“Kan di dalam hotel juga ada masjid maka kami sarankan untuk lansia dan jemaah beresiko tinggi untuk ibadah di sana dulu,” tandasnya. [owi/beq]






