Gresik (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, akibat meluapnya Kali Lamong.
Ketinggian air terus mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di lapangan banjir yang menerjang wilayah tersebut belum surut selama satu minggu. Bahkan, air banjir mencapai 50 centimeter (lutut orang dewasa).
Jalan Raya Morowudi Cerme yang semula digenangi banjir sepanjang 800 meter kini semakin parah. Imbasnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Petugas Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) di Gresik, Kardi menuturkan, ada beberapa penyebab kenapa banjir belum juga surut selama satu Minggu lebih. Salah satunya, induk sungai (Kali Lamong) yang masuk ke anak sungai tidak masuk. Sehingga, banjir terus menggenang.
“Salah satunya yaitu, air banjir tidak masuk ke anak sungai. Disamping itu, dari induk Kali Lamong sudah siaga merah. Pasalnya, debit air terus meninggi,” tuturnya, Kamis (23/02/2023).
[berita-terkait number=”2″ tag=”banjir”]
Kardi menambahkan, untuk mengurangi debit air tidak terus meninggi. Pihaknya mendatangkan pompa hidrolik supaya debit air yang semula tinggi bisa dikurangi.
“Meski sudah didatangkan pompa hidrolik. Namun, semua itu juga tergantung cuaca. Kalau terus hujan seperti sekarang kami tidak bisa berbuat banyak. Selain itu, BBWS juga sudah menyiapkan tiga pos yang dijadikan acuan mengukur curah hujan. Pos itu dua ditempatkan di Lamongan, satu di Balongpanggang Gresik,” imbuhnya.
Terkait dengan banjir ini, Bupati Fandi Akhmad yang melakukan sidak bersama Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom. Prihatin dengan kondisi yang dialami warga Desa Morowudi, Kecamatan Cerme.
“Khususnya di Morowudi Cerme ini dikarenakan meluapnya Kali Lamong. Upaya yang kami lakukan mengajak BBWS memompa pakai mobil pompa dengan kapasitas cukup besar,” ujarnya.
- BACA JUGA:
4 Desa di Driyorejo Gresik Tergenang Banjir
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, agar banjir tidak terus terjadi. Selain melakukan normalisasi Kali Lamong juga menyiapkan kolam retensi untuk menampung air supaya tidak mengalir kemana-mana.
“Sudah disiapkan lahan seluas 9 hektar di Kecamatan Balongpanggang. Rencananya, dibangun tahun depan dan pengerjaannya dilakukan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Ngatimah (67) warga Desa Morowudi menuturkan, banjir yang menerjang desanya ini termasuk yang terparah. Sebab, selama satu minggu air juga belum surut. Kedatangan Bupati Fandi Akhmad Yani dan AKBP Adhitya Panji Anom dimanfaatkan dirinya untuk curhat.
“Tolong pak bupati kami tidak bisa kerja di sawah akibat banjir. Terima kasih atas bantuan sembakonya,” pungkasnya. (dny/ted)






