Gresik (beritajatim.com) — Wajah Posyandu di Kabupaten Gresik kini mengalami perubahan besar. Jika selama ini masyarakat mengenal Posyandu sebatas tempat imunisasi balita dan pemeriksaan ibu hamil, kini layanan tersebut hadir dengan cakupan yang lebih luas dan menyentuh langsung kebutuhan warga sehari-hari.
Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan transformasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di wilayah Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Program tersebut menjadi langkah baru dalam pelayanan masyarakat yang tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, hingga ketentraman dan ketertiban umum.
Kepala Puskesmas Gending, dr. Widya Paramita Qosim, mengatakan transformasi tersebut merupakan bentuk penguatan pelayanan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Posyandu bukan lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan saja, melainkan telah resmi menjadi wadah integrasi pemenuhan enam standar pelayanan minimal yang menyasar seluruh siklus hidup masyarakat,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, selama ini masyarakat datang ke Posyandu untuk penimbangan bayi, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemeriksaan ibu hamil. Namun kini Posyandu berkembang menjadi ruang pelayanan terpadu yang dapat membantu masyarakat menyampaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor mulai pemerintah desa dan kelurahan, kader Posyandu, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat hadir rutin ke Posyandu dan mengajak tetangga untuk ikut hadir juga, karena Posyandu kini semakin lengkap pelayanannya,” ujarnya.
Di balik perubahan tersebut, para kader Posyandu disebut menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Mereka tidak lagi hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi penghubung berbagai kebutuhan dasar warga.
dr. Widya Paramita Qosim menegaskan pihak Puskesmas akan terus memberikan pendampingan serta penguatan kapasitas kader agar transformasi Posyandu berjalan optimal.
“Semoga transformasi ini menjadi langkah awal yang membawa kebaikan, mendekatkan pelayanan, meningkatkan kualitas hidup, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Sidomoro, Jhonis Wahyu Basuki, mengaku optimistis program tersebut mampu menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat secara langsung.
“Saya sangat senang dan mendukung program Posyandu ini, karena warga bisa menyampaikan langsung keluhannya, baik masalah kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum maupun ketentraman dan ketertiban umum,” ungkapnya.
Ia berharap program Posyandu enam bidang SPM dapat berjalan maksimal dengan dukungan penuh OPD teknis di masing-masing lingkungan. [dny/but]






