Ponorogo (beritajatim.com) – Masalah penutupan akses jalan masuk ke rumah di Desa Jabung Kecamatan Mlarak Ponorogo akhirnya menemui titik terang. Akhirnya ada solusi dari penembokan oleh Margono terhadap akses jalan keluar masuk rumah tetangganya yang bernama Sunarto.
Kedua belah pihak, baik keluarga Margono dan keluarga Sunarto dihadirkan ke balai Desa Jabung untuk dilakukan mediasi.
Setelah berbagai perundingan, kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Yakni ada akses jalan alternatif untuk keluarga Sunarto bisa keluar masuk ke rumahnya, yang berada di belakang rumah Margono.
Akses jalan alternatif itu, harus membongkar tembok pembatas di sisi sebelah timur rumah Margono. Jika sudah dibongkar tembok pembatas itu, akses jalan alternatif ini cukup lebar. Yakni sekitar 1,5 meter, artinya sepeda motor bisa melewati jalan alternatif itu.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan mediasi, ada kesepakatan bersama antar kedua belah pihak, yakni keluarga Margono dan keluarga Sunarto,” kata Kepala Desa Jabung, Budi Ratno, Sabtu (16/9/2023).
BACA JUGA:
Gala Premiere Film Satu Hari Dengan Ibu, Kuras Emosi Penonton Ponorogo
Dengan adanya jalan alternatif, yakni lewat sisi sebelah timur rumah Margono, tembok yang menutup akses jalan yang sebelumnya tidak dibongkar. Yang dibongkar, tembok pembatas yang berada di sisi sebelah timur rumah Margono.
“Untuk pembongkaran tembok pembatas di sisi sebelah timur rumah Margono, biayanya ditanggung oleh Sunarto,” katanya.
Meski harus membiayai pembonhy tembok pembatas, Sunarto merasa lega. Menurutnya, ini solusi yang cukup memadai untuk keluarganya. Sebab, dirinya dan keluarga akhirnya mendapatkan akses jalan lagi untuk masuk dan keluar rumahnya.
“Alhamdulillah, sudah lega. Sudah ada akses jalan menuju rumah. Juga cukup lebar sekitar 1,5 meter, cukup untuk lewat sepeda motor,” kata Sunarto.
Untuk diketahui sebelumnya, konflik antar keluarga yang berkepanjangan, membuat Margono, warga Dusun Jabung III Desa Jabung Kecamatan Mlarak Ponorogo menutup akses jalan masuk rumah tetangganya. Yakni menembok jalan yang menuju rumah keluarga Sunarto. Tindakan ini disebabkan oleh serangkaian cekcok yang melibatkan kedua belah pihak, meskipun mereka memiliki hubungan kerabat.
“Sebenarnya 2 keluarga ini masih kerabat. Mbah buyutnya sama,” kata Budi.
BACA JUGA:
Sarasvati Art Festival Ponorogo Tampilkan Drama Malin Kundang dan Tari Sufi
Budi menjelaskan bahwa pemicu utama, awalnya cuma masalah sepele. Tidak ada kecocokan diantara kedua keluarga. Ada kata-kata tidak enak didengar yang dilontarkan oleh kedua belah pihak. Sehingga perseteruan itu berkembang sampai sekarang. Puncaknya, Margono pada hari Selasa (12/9/2023) lalu, nekat menembok setinggi 2 meter akses jalan yang menuju rumah Sunarto.
“Awalnya ya masalah sepele tidak ada kecocokan. Ada kata-kata yang tidak enak didengar satu sama lain,” pungkasnya. [end/beq]






