Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah video yang menampilkan kematian tragis seorang bocah berusia 8 tahun tengah berwudhu di sebuah masjid telah menjadi viral di media sosial.
Kejadian ini terjadi ketika bocah tersebut tewas tertimpa beton masjid yang roboh akibat aksi “freestyle” yang dilakukan oleh seorang bocah SMP.
Dilansir Beritajatim.com dari akun Instagram @infobdgbaratcimahi, yang memuat kronologi kejadian tersebut, insiden tragis ini terjadi di Masjid Raya Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis, 21 September 2023.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Subandi Resmikan Gedung Kwartir Ranting Pramuka Candi
Peristiwa ini dimulai ketika seorang bocah berbaju gelap sedang melakukan wudhu. Tak lama kemudian, bocah tersebut memakai pakaian putih dan tampak berlari kecil menuju tempat wudhu.
Rekaman CCTV di salah satu bilik masjid menunjukkan bahwa selama mereka berwudhu, dua bocah lainnya yang berada di parkiran, diikuti oleh dua teman mereka yang mengendarai sepeda motor Mio Sporty berwarna hitam, bergabung dengan mereka.
Mereka berempat berbincang sebentar, kemudian bocah yang baru datang tampil melakukan aksi “freestyle,” yang berujung pada menabrak beton di depannya hingga beton tersebut roboh, menewaskan bocah yang sedang berwudhu.
Setelah insiden tersebut, salah satu bocah yang sedang berwudhu terlihat panik dan histeris, berlari menjauh dari lokasi karena ketakutan atas apa yang terjadi. Beberapa orang lainnya juga terlihat kaget dan mundur saat menyadari ada korban yang tertimpa beton.
Baca Juga: 4 Live Action Anime yang Segera Tayang di Netflix, Pokemon Salah Satunya
Sementara itu, bocah yang mengendarai sepeda motor, yang merupakan seorang pelajar SMP berusia 13 tahun, terlihat jongkok menyesali perbuatannya. Menurut informasi dari Iptu Arisman, Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, kecelakaan ini terjadi karena bocah tersebut kehilangan kendali atas sepeda motornya.
Ada juga seorang individu yang terlihat dalam rekaman CCTV mengenakan baju hitam dan topi, yang berusaha membantu korban.
Korban, yang dikenal sebagai Gian Septiawan Ardhani, dilarikan ke RSUD Djamil Padang dalam keadaan cidera berat pada bagian kepala, tetapi sayangnya, nyawanya tidak dapat tertolong dan dia dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Anggota DPR RI Adies Kadir dan Relawan Istighasah di Surabaya
Berikut beberapa fakta terkait insiden tragis ini:
1. Ikatan Saudara
Ternyata, pelaku dan korban masih memiliki ikatan persaudaraan, seperti yang diungkapkan oleh kakek korban.
2. Pemakaman
Jenazah bocah 8 tahun tersebut telah disemayamkan di pemakaman keluarga di wilayah Gantung, Kota Padang.
3. Penyelesaian Damai
Kasus ini berakhir dengan penyelesaian damai, di mana pihak keluarga korban telah memaafkan pelaku, dan laporan yang diajukan ke polisi telah dicabut. Ibu korban juga menyatakan bahwa dia telah mengikhlaskan kepergian anaknya dan memilih jalan damai.
Inilah fakta-fakta terbaru terkait kematian tragis seorang bocah 8 tahun yang tertimpa tembok masjid saat tengah berwudhu akibat ulah freestyle bocah lain.” (ian)






