Peristiwa

Banjir Ngoro Diduga karena Dampak Kebakaran Gunung Bekel

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Ngoro dan Trawas, Kabupaten Mojokerto dimungkinkan karena adanya kebakaran hutan di kawasan Gunung Bekel. Yakni anak Gunung Penanggungan saat musim kemarau beberapa waktu lalu.

“Kami sudah meminta petugas lapangan untuk menelusuri naik sampai ke Petak I Gunung Bekel, tahun kemarin terjadi kebakaran. Mungkin itu bagian dari dampak (kebakaran, red),” ungkap Administratur Perum Perhutani KPH Pasuruan, Loesy Triana, Sabtu (19/1/2019).

Masih kata Loesy, dilihat dari peta di Petak I, posisi sungai memang kecil. Adanya aliran batu turun ke bawah, pihaknya memprediksikan adanya kemungkinan pohon tumbang kemudian mengerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga menyebabkan sungai semakin lebar.

“Kami sudah cek lokasi memang posisi savana, savana otomatis pada musim kemarau mudah terbakar. Di sisi yang lain ada tanaman bambu, kita sudah melakukan penanaman bambu. Baik kerja sama dengan pihak swasta maupun penanam sendiri untuk antisipasi banjir dan longsor,” katanya.

Loesy menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai tanggal 17-20 Januari 2019 diperkirakan akan terjadi hujan angin dan lebat. Kemungkinan, tegas Loesy, adanya kebakaran menyebabkan tanaman agak berkurang kekuatan untuk menahan tanah.

“Saat hujan lebat, mau tidak mau, otomatis terjadi run off dari air hujan. Kemungkinan dari dampak kebakaran di savana Gunung Bekel tersebut sehingga terjadi longsoran,” tegasnya.

Gunung Bekel merupakan anak Gunung Penanggungan dengan ketinggian 1260 mdpl. Ada tiga desa yang berada di kaki Gunung Bekel yaitu Desa Seloliman, Kecamatan Trawas yang berada di kaki bagian barat. Di kaki Gunung Bekel bagian utara terdapat Desa Wotanmas Jedong dan Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar