Pasuruan (beritajatim.com) – Bak ninja, seorang caleg muda Dapil 6 di Kabupaten Pasuruan obok – obok rumah sesama caleg yang juga berasal dari Dapil 6. Diketahui seorang caleg muda tersebut bernama Tri Wahyudi, sedangkan pemilik rumah tersebut bernama A Wasik Rahman Hamzah yang saat ini juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Diketahui keduanya tersebut sama-sama mencalonkan diri sebagai calon legislatif melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam rekaman CCTV milik Wasik, Wahyudi menyerang penghuni rumah dengan menggunakan tongkat.
Menurut keterangan Wasik saat ditemui dirumahnya, kejadian tersebut baru diketahuinya setelah pulang dari rumah pada Selasa (21/11/2023) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Wasik mencurigai sebuah sepeda motor asing yang terparkir di depan rumahnya.
“Saat itu saya tidak berada di rumah, dan saya diberitahu oleh istri saya kalau dirumah ada seorang tamu. Waktu saya datang ke rumah, ada sebuah sepeda motor yang terparkir, jadi saya minta tolong saudara saya untuk menutup gerbang agar sepedanya gak hilang dan saya langsung mandi,” kata Wasik, Rabu (22/11/2023).
Wasik menambahkan, bahwa Wahyudi meminta izin untuk pergi kekamar mandi, namun setelah ditunggu beberapa lama kemudian tak kunjung kembali. Sedangkan kendaraan sepeda motor miliknya masih terparkir di depan rumah.
Tak berselang lama, Wasik mendengar suara kegaduhan dari lantai dua rumah miliknya. Diketahui rumah Wasik ini sendiri bersebelahan dengan ruangan kelas madrasah TPQ. Wasik yang mengetahui hal tersebut langsung mendatangi sumber suara dari lantai dua rumahnya.
Saat dicari sumber suara tersebut, Wasik menemukan seorang pria yang menutup wajahnya dengan sebuah kain hitam. Sontak Wasik menyuruh pria tersebut untuk turun, namun pria dengan penutup wajah itu enggan turun, justru berteriak sehingga membuat kegaduhan.
Wasik mengatakan Tri Wahyudi kabur ke ruangan kelas madrasah TPQ yang berdampingan dengan lantai dua rumahnya. Wasik dan keluarganya pun kemudian mengejar dan terlibat aksi saling dorong pintu di ruangan kelas tempat persembunyian Tri Wahyudi.
Tri Wahyudi yang kalah dorongan, langsung menyerang menggunakan dua tongkat besi. Para sanak keluarga Wasik yang menggunakan alat seadanya pun berhasil menangkis, hingga membuat Tri Wahyudi kembali masuk ke dalam kelas.
Akibat kalah jumlah, keluarga Wasik pun kemudian berhasil melumpuhkan aksi Tri Wahyudi dan kemudian dibawa ke lantai satu lalu diikat agar tidak kabur. Setelah pelumpuhan itu baru diketahui pria tersebut adalah Tri Wahyudi yang sama-sama caleg dari partai PKB.
“Setelah dia diamankan ke Polsek, Orang tuanya Y (Tri Wahyudi) dipanggil, saya juga dipanggil untuk menyampaikan kronologi. Dalam pembicaraan kemarin dari orang tua ternyata mohon maaf si Y ini ada semacam depresi atau bagaimana gitu,” tegasnya. Sedangkan sampai saat ini pihak dari Tri Wahyudi tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. (ada/kun)
BACA JUGA: 3 Anggota DPRD Pasuruan di PAW Jelang Akhir Jabatan






