Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Anak Punk Makin Meresahkan, Satpol PP Ngawi Janji Lakukan Penertiban

Satpol PP dan Damkar saat merazia anak punk di Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, Selasa (9/2/2021).(Foto/Kominfo Madiun).

Ngawi (beritajatim.com) – Satpol PP Ngawi bakal intensifkan pemantauan terhadap anak jalanan, pengamen, gelandangan, dan pengemis yang ada di kawasan Ngawi.

Pasca kejadian jatuhnya Muhammad Anik (17) santri asal Pamotan, Rembang, dari sebuah truk yang berjalan, dia tak ingin hal itu terjadi lagi. Terlebih, Anik terjatuh usai mencoba turun dari truk karena tas rekannya sempat dirampas oleh anak jalanan.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setyono mengungkapkan kalau kini pihaknya bakal melakukan pemantauan. Berikut melakukan penertiban yang lebih intensif. Terlebih, Ngawi jadi tempat persimpangan banyak kendaraan dari arah Jawa Timur ke Jawa Tengah begitu sebaliknya.

‘’Khususnya anak jalanan, mereka cenderung banyak ditemui di lokasi yang banyak dilalui kednaraan roda empat utamanya truk. Mereka dengan mudah mendapatkan tumpangan jika jalan dilalui truk. Mereka kan kerap berpindah tempat,’’ kata Arif, Rabu (19/1/2022).

Dia membenarkan sepanjang jalur arteri Ngawi jadi tempat favorit anak punk. Pun, jika di kawasan Kecamatan Ngawi bakal mudah ditemui di perempatan dekat terminal Ngawi lama. Lantaran banyak kendaraan yang menuju ke arah Magetan ataupun lurus ke arah Madiun.

Dia menyebut bakal melakukan penertiban rutin agar kejadian yang menimpa Muhammad Anik tak lagi terjadi. Pihaknya turut prihatin dengan kejadian tersebut. Sesuai alur, semua anjal dan gepeng yang bakal ditertibkan bakal diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina dan diberikan keterampilan.

‘’Jika mereka bukan warga asli Ngawi, maka akan kami kembalikan ke daerah asal mereka. Tentu tetap kami pantau terus,’’ katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar