Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis 2-0 pada laga semifinal di Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan itu tak hanya disambut sukacita para pemain, tetapi juga mendapat perhatian langsung dari Raja Spanyol Felipe VI.
Di tengah perayaan di ruang ganti, pelatih Luis de la Fuente menerima panggilan telepon dari Raja Felipe VI yang menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan La Roja melaju ke partai puncak.
“Merupakan kebanggaan besar bagi kami ketika Raja menelepon. Beliau selalu menunjukkan perhatian dan terus memberikan dukungan kepada kami,” kata De la Fuente.
Raja Felipe VI menyaksikan langsung pertandingan bersama keluarganya dari Barcelona dengan mengenakan jersey tim nasional Spanyol. Panggilan tersebut menjadi simbol dukungan bagi skuad yang sukses menghidupkan kembali harapan meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.
Kemenangan atas Prancis membawa Spanyol kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjuarai turnamen pada 2010 di Afrika Selatan.
La Roja tampil dominan sepanjang pertandingan. Gol pembuka dicetak Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada menit ke-22 setelah Lamine Yamal dilanggar di kotak terlarang. Keunggulan kemudian digandakan Pedro Porro pada menit ke-58 lewat kerja sama apik dengan Dani Olmo.
Sepanjang laga, Spanyol mampu meredam lini serang Prancis yang sebelumnya tampil tajam. Kylian Mbappe dan Michael Olise kesulitan menciptakan peluang berbahaya karena disiplin pertahanan serta organisasi permainan yang diterapkan pasukan De la Fuente.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Kami ikut bertanggung jawab atas kebahagiaan yang kini dirasakan masyarakat di jalan-jalan. Kami adalah negara yang bersatu untuk tujuan yang sama. Sekarang kami tinggal selangkah lagi menghadapi tantangan terbesar,” ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kedisiplinan para pemain dalam menjalankan taktik.
“Kami bermain dengan disiplin, organisasi yang baik, pengorbanan, komitmen, dan kerja keras. Pemain-pemain Spanyol memahami bagaimana membaca jalannya pertandingan, baik saat bertahan maupun menyerang. Itu merupakan hasil pembinaan sepak bola yang telah dibangun selama bertahun-tahun,” katanya.
Salah satu pemain yang kembali mencuri perhatian adalah Lamine Yamal. Winger Barcelona yang baru berusia 19 tahun itu memenangkan penalti, sempat mencetak gol yang dianulir karena offside tipis, serta terus menjadi ancaman bagi pertahanan Prancis.
Meski demikian, De la Fuente menegaskan kekuatan utama Spanyol bukan hanya bertumpu pada individu.
“Tim ini diisi oleh pemain-pemain hebat, tetapi setiap individu selalu mengutamakan kepentingan tim. Kami bermain sebagai satu kesatuan. Ketika menghadapi tim seperti kami, sangat sulit untuk mengalahkan kami, dan itulah yang kami rasakan saat ini,” ujarnya.
Pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui keunggulan lawannya. Menurutnya, Spanyol tampil lebih efektif dan mampu mengendalikan permainan sejak awal hingga akhir.
“Tim-tim Spanyol tahu bagaimana bertahan dan menguasai pertandingan dengan sangat baik. Kami harus menerima kekalahan ini. Selamat untuk Spanyol. Inilah sepak bola level tertinggi,” kata Deschamps. (faw/aje)






