Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) KM Baruna Jaya yang sempat hilang kontak dan ditemukan nelayan Lombok Timur, akhirnya tiba kembali di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep.
“Mereka tiba di Pelabuhan Baru, Desa/Kecamatan Sapeken, dalam kondisi sehat,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti, Minggu (05/03/2023).
Kedatangan para korban laka laut itu disambut haru oleh keluarga korban. Kedatangan mereka juga disambut langsung Camat Sapeken, Aminullah, kemudian perwakilan Koramil dan Polsek Sapeken.
Selain 5 ABK, ternyata juga ada 2 penumpang kapal, yakni Aldi dan Munib. Sedangkan 5 ABK yakni Subhan Husaini (45), nahkoda, kemudian ABK Farid Sugianto (28), Hairul (21), Talid Daen Malanti (35), dan Isak (40), semuanya warga Desa Sapeken.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hilang”]
“Musibah laut itu terjadi akibat bocornya lambung kapal, sehingga air yang masuk ke dalam kapal tidak mampu dipompa keluar oleh 5 mesin pompa yang digunakan. Akhirnya kapal pun tenggelam. Beruntung mereka bisa diselamatkan oleh nelayan Lombok Timur,” ungkap Widiarti.

Sementara Kalaksa BPBD Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi mengatakan sebenarnya pihak Kakansar Basarnas Mataram siap untuk mengantarkan para ABK kembali ke Sapeken. “Tapi ternyata keluarga para ABK ngotot ingin menjemput ke Lombok Timur menggunakan ‘speed boat’, dengan alasan ingin cepat bertemu,” papar Wahyu.
Akhirnya 5 ABK dan 2 penumpang kapal dijemput keluarganya menggunakan ‘speed boat sea ambulance’ dari Lombok Timur.
Sebelumnya, KM Baruna Jaya Raya dilaporkan hilang kontak. Kapal berangkat dari Pelabuhan Boom, Banyuwangi pada Rabu (01/03/2023) sore dengan tujuan Pulau Sapeken, membawa sembako dan bahan bangunan. Kapal dijadwalkan tiba di Sapeken pada Kamis (02/03/2023) pagi. Namun ternyata hingga Jumat (03/03/2023), kapal belum juga tiba. Para ABK akhirnya ditolong oleh nelayan Lombok Timur, dibawa ke Pelabuhan Dadap, Desa Tanjung Luar, Lombok Timur. (tem/kun)






