Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep termasuk salah satu daerah yang cukup produktif menghasilkan beras dan jagung. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat, rata-rata produksi padi di Sumenep 5-6 ton per hektar. Sedangkan untuk jagung, rata-rata produksi 4 ton per hektar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, hasil produksi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumenep, serta menopang daerah-daerah sekitar.
“Kalau padi, produksi terbesar ada di Kecamatan Gapura. Kalau jagung di Kecamatan Lenteng. Beberapa kecamatan lain ikut menopang produksi seperti Kecamatan Ganding. Sedangkan di wilayah kepulauan, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean menjadi penyumbang terbesar produksi padi,” katanya.
Ia mengungkapkan, untuk menopang peningkatan produksi pertanian, DKPP Sumenep secara rutin mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi petani. Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan kesejahteraan petani.
Beberapa jenis pelatihan yang dilakukan diantaranya di bidang teknologi pertanian berupa penggunaan teknologi seperti drone, sensoring dan IOT, serta perangkat lunak untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk, pestisida, dan air.
“Pelatihan-pelatihan vokasional seperti itu kami rasa sangat diperlukan untuk menopang peningkatan produksi pertanian,” ujar Chainur.
Selain itu, lanjutnya, petani juga dikenalkan pada sistem irigasi modern guna meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan sistem irigasi tetes atau sprinkler. Kemudian di mekanisasi pertanian, para petani diajarkan menggunakan mesin pertanian untuk menggantikan tenaga manusia, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya produksi.
“Kami juga memberikan bekal pengetahuan untuk pasca panen, seperti teknik pengeringan, pengemasan, dan penyimpanan yang tepat untuk menjaga kualitas hasil panen,” paparnya.
Menurut Inong, sapaan akrab Chainur Rasyid, Pemkab Sumenep juga memberikan perhatian pada pemasaran hasil pertanian di Sumenep. Salah satunya pemasaran secara online dengan memanfaatkan platform digital langsung ke konsumen.
“Kami juga membantu para petani untuk mendapatkan sertifikasi produk berkualitas guna meningkatkan daya saing produk. Kemudian di sisi manajemen usaha, kami memberikan pengetahuan bagaimana menyusun rencana bisnis yang komprehensif untuk mengembangkan usaha tani,” tandasnya. [tem/beq]






